Saksi Ahli: SK KPU DKI soal Petahana Wajib Cuti Tak Salah

Margarito Kamis (Foto: Okezone)

Margarito Kamis (Foto: Okezone)

JAKARTA - Pakar hukum tata negara, Margarito Kamis menjadi saksi ahli untuk Tim Anies Rasyid Baswedan-Sandiaga Salahuddin Uno (Anies-Sandi) dalam sidang musyawarah penyelesaian sengketa ‎pilkada yang diajukan Tim Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)-Djarot Saiful Hidayat kepada KPU DKI di Bawaslu.

Timses pasangan calon nomor urut tiga itu menggugat KPU DKI ke Bawaslu DKI terkait penerbitan SK Nomor 49/Kpts/KPU-Prov-010/Tahun 2017 ihwal cuti petahana. Petahana merasa dirugikan dengan adanya cuti kampanye di putaran kedua Pilkada DKI.

Dalam kesaksiannya, Margarito menuturkan, SK Nomor 49 yang diterbitkan KPU DKI tidak menyalahi peraturan.

"SK (yang diterbitkan) sah. Di mana letak sengketanya? Tidak ada yang salah dengan apa yang dilakukan KPU DKI Jakarta," katanya di Ruang Sidang Bawaslu DKI, Sunter, Jakarta Utara, Senin (20/3/2017).

Ia menuturkan, SK yang diterbitkan KPU DKI itu ditujukan dalam rangka menertibkan penyelenggaran demokrasi, di mana ketika ada kampanye maka calon petana diharuskan cuti. Sehingga, Margarito tak melihat adanya suatu pelanggaran yang dilakukan KPU DKI sebagaimana dituduhkan kubu Ahok-Djarot.

"Karenanya dalam kerangka itulah KPU DKI harus buat (aturan) untuk memastikan bahwa pilkada itu terselenggara menurut prinsip undang-undang, tertib dan adil," pungkas Margarito.

Sekadar diketahui, Tim Advokasi Ahok-Djarot menggugat KPU DKI terkait penerbitan SK Nomor 49 yang secara garis besar berisikan bahwa petahana diwajibkan cuti. Petahana merasa dirugikan atas adanya cuti di putaran kedua.

Dalam sidang kali ini, Tim Ahok-Djarot selaku pemohon menghadirkan ahli yaitu anggota Komisi II DPR RI FPDIP Arteria Dahlan dan mantan Komisioner KPU RI I Gusti Putu Artha. Sementara itu, KPU DKI selaku pihak termohon menghadirkan saksi ahli, yakni Direktur Eksekutif Perludem Titi Anggraini.

Lalu, selaku pihak terkait, Tim Anies-Sandi menghadirkan saksi ahli Margarito Kamis. Tim Anies-Sandiaga menilai ahli yang dihadirkan Ahok-Djarot tidak netral lantaran berasal dari PDIP dan bagian dari Teman Ahok. Hingga pukul 19.15 WIB, sidang masih di-skors dan akan dilanjutkan kembali setelah azan Salat Isya.

(ulu)
Live Streaming
Logo
breaking news x