Pemulung Cabul di Karanganyar Beraksi Sejak 2003, Korban Diduga Lebih dari 16 Anak

F di Mapolres Karanganyar (foto: Bramantyo/Okezone)

F di Mapolres Karanganyar (foto: Bramantyo/Okezone)

KARANGANYAR - Kapolres Karanganyar AKPB Ade Safri Simanjuntak meminta warga yang anaknya menjadi korban pencabulan F (29), seorang pemulung warga Tegalgede, Karanganyar, Jawa Tengah ini untuk segera melapor ke polisi.

Permintaan ini dilayangkan pihak kepolisian mengingat aksi bejat F ini dilakukan sejak 2003. Sehingga meski pelaku mengakui hanya melecehkan 16 anak laki-laki, tak menutupi kemungkinan masih ada anak lain yang menjadi korban.

"Mengingat rentang waktu yang cukup lama, sejak 2003, kami imbau keluarga yang putranya mengalami tindak pencabulan oleh tersangka, segara melapor ke unit PPA Satreskrim Polres Karanganyar untuk mengoptimalkan penyidikan," papar AKBP Ade Safri Simanjuntak di Mapolres Karanganyar, Senin (20/3/2017).

Saat ini, ungkap Ade, baru dua korban yang melapor secara resmi pada polisi. Salah satunya adalah keluarga AR (8) yang menjadi korban kebejatan F pada akhir 2016 lalu. Sementara angka 16 anak itu didapat dari pengakuan F sendiri.

"Pada umumnya korban mengenal siapa tersangka karena masih satu desa. Dan yang mengagetkan masing-masing korban dicabuli sebanyak tiga-empat kali," papar Ade.

Aksi bejat itu, sebut Ade, dilakukan di beberapa lokasi baik itu rumah tersangka, toilet umum maupun di bantaran sungai. Jika korban menolak maka tersangka nekat menyeret korbannya yang sebagian besar masih anak kecil dengan rentang usia 8-10 tahun.

"Iming-imingnya dengan diberi uang jajan atau makanan," ujar Ade.

Menyusul banyaknya anak yang menjadi korban F, pihak Polres Karanganyar juga mendatangkan tim psikolog untuk melakukan pendampingan pada korban agar tidak mengalami trauma atas kejadian yang menimpa.

"Trauma yang dialami korban menjadi prioritas utama kami, untuk itu kami lakukan pendampingan oleh psikolog dari Polri untuk mengetahui sejauh mana tindakan pelaku terhadap korban yang sebenarnya secara detail," pungkas Ade.

Terungkapnya pelaku pedofil ini, setelah AR salah satu korban yang masih duduk di bangku sekolah dasar bercerita pada gurunya bahwa ia pernah dicabuli oleh tersangka F.

Mendengar cerita itu, sang guru terkejut dan melapor ke orangtua AR. Sementara orangtua AR langsung membuat laporkan di kantor polisi. Pelaku ditangkap belum lama ini bersama barang bukti baju dan celana pendek warna biru, termasuk hasil visum AR.

"Atas perbuatan tersebut pelaku dijerat pasal 82 UU RI NO 35 Tahun 2014 perubahan UU RI NO 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak," pungkas Ade.

(ris)
Live Streaming
Logo
breaking news x