Angin Kencang Porak-porandakan Peternakan Ayam di Sragen, 5 Orang Luka

Kandang Ayam Porak-poranda Diterpa Angin Kencang (Foto: Bramantyo/Okezone)

Kandang Ayam Porak-poranda Diterpa Angin Kencang (Foto: Bramantyo/Okezone)

SRAGEN – Angin kencang yang melanda wilayah Dukuh Tanjang RT 20/7, Desa Kedungupit, Sragen, Jawa Tengah, memporak-porandakan peternakan ayam potong yang berisi sekira 10.000 ekor ayam.

Atas musibah tersebut, lima orang karyawan yang saat itu ada di dalam kandang ayam mengalami luka-luka karena tertimpa kandang milik Agus Suparno yang roboh itu. Mereka adalah Danis Prasadana (16), Rio Bayu Saputra (17), Dandi Saputra (18), Paniyem (50) dan Sunarti (53).

Saat kejadian lima orang karyawan yang bertugas tidak bisa melarikan diri karena kondisinya sangat tiba-tiba. Warga sekitar yang berada di sekitar lokasi, langsung membantu lima korban pekerja keluar dari bangunan kandang yang berbentuk panggung tersebut.

Setelah berhasil mengeluarkan kelima orang dari kandang ayam yang ambruk. Warga pun membawa korban ke poliklinik desa setempat untuk mendapatkan pengobatan.

"Kejadiannya mendadak, bengitu terkena angin langsung roboh, kejadian sekitar pukul 09.30 WIB,", jelas Sunarti salah satu korban, Senin (20/3/2017).

Akibat kejadian itu, diperkirakan kerugian yang diderita pemilik kandang ayam jumlahnya ratusan juta rupiah. Setidaknya, ribuan ekor ayam yang baru berusia sekira 23 hari sebagian mati karena tertimpa kandanya yang roboh dan sebagian kabur berhamburan.

Sementara itu, Kasie Kegawat-daruratan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sragen Giyanto menyebutkan kondisi kandang itu sendiri sebenarnya bangunanya sudah rapuh dan hancur. Diperkirakan kerugian materiil mencapai Rp200 juta.

Jumlah tersebut diasumsikan dari usia ayam yang baru 23 hari belum layak untuk dijual. Masih ditambah biaya pembelian bibit ayam, pakan dan obat-obatan. Juga bangunan kandang yang hancur total.

"Kita juga sudah meminta pada pemilik peternakan untuk segera membakar bangkai ayam yang mari agar baunya tidak menyebar dan menghindari timbulnya lalat yang membawa penyakit," pungkasnya.

(aky)
Live Streaming
Logo
breaking news x