Menuju Indonesia Emas Melalui Peran Pendidikan Tinggi

Foto: Dok. UMY

Foto: Dok. UMY

JAKARTA – Pada 2045, kita semua akan menuju pada masa Indonesia Emas. Sebagai bangsa kita harus bisa meningkatkan daya saing agar bisa berkompetisi dengan negara-negara lainnya. Salah satu cara untuk bisa meningkatkan daya saing adalah melalui peran perguruan tinggi.

Dari perguruan tinggilah terlahir sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas. Hal tersebut seperti disampaikan oleh Direktur Pendidikan IPTEK dan Kebudayaan, Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional, Amich Alhumami, PhD seperti disitat dari laman Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY).

“Perguruan Tinggi dapat melahirkan lulusan-lulusan berkualitas dengan pengetahuan luas, menguasai teknologi, serta memiliki kemahiran dan keterampilan teknikal. Oleh karena itu, lembaga pendidikan tinggi berperan sangat penting dalam membangun sumber daya manusia yang bermutu dan meningkatkan daya saing bangsa,” ungkapnya.

Kemajuan suatu ilmu pengetahuan serta teknologi sendiri menjadi faktor pendukung dalam globalisasi. Selain itu juga bisa membawa dampak pada pendidikan itu sendiri. Pendidikan tinggi memiliki peran dalam mengembangkan daya saing.

“Keunggulan suatu bangsa itu dilihat dari kemampuan untuk menyediakan masyarakat yang produktif serta pendidikan yang memadai,” jelasnya.

Selain itu, pendidikan tinggi juga sebagai penyumbang produktivitas terbanyak dalam kontribusi pembangunan ekonomi. “Ini dikarenakan masyarakat yang berpendidikan akan lebih menguasai IPTEK. Sementara IPTEK menjadi salah satu penggerak globalisasi,” imbuhnya.

Guna menuju Indonesia Emas 2045, posisi Indonesia belum bisa diketahui secara pasti. Sementara itu Korea Selatan, Taiwan, dan Malaysia dianggap memiliki keunggulan dalam hal pengembangan Iptek untuk membangun ekonomi.

“Bonus demografi yang dimiliki Indonesia ini memberi keuntungan jika dimanfaatkan. Oleh karenanya, kita harus memanfaatkan dengan memenuhi syarat tertentu yaitu pada produktivitas sumber daya yang sehat dan terdidik. Pada puncak bonus demografi di Indonesia ini diperkirakan pada 2035,” tutupnya. (afr)

(sus)
Live Streaming
Logo
breaking news x