facebook pixel

Rasa Lelah Para Risers Terbayarkan di Bantimurung

Para risers mengunjungi obyek wisata di Bantimurung, Sulsel (Foto: Randy/Okezone)

Para risers mengunjungi obyek wisata di Bantimurung, Sulsel (Foto: Randy/Okezone)

MAROS - Salah satu destinasi wisata alam yang jadi sasaran Datsun Risers Expedition (DRE 2) di Sulawesi Selatan adalah air terjun dan Goa Batu di Taman Nasional Bantimurung-Bulusaraung yang berada di dua daerah administrasi, yakni Kabupaten Maros dan Kabupaten Pangkajene Kepulauan.

Cukup melelahkan untuk bisa sampai ke tempat tersebut. Dari tempat parkir mobil menuju air terjun, risers harus berjalan sekira 300 meter. Apalagi, saat hujan deras, permukaan air terjun bisa menutupi anak tangga yang menuju Goa Batu.

Para risers harus meniti sekira 115 anak tangga dilanjutkan dengan menyusuri jalan setapak sejauh 800 meter. Butuh perjuangan keras untuk menuju mulut Goa Batu.

Namun rasa lelah terbayarkan dengan pemandangan di sepanjang jalan dan tentunya suasana di dalam Goa Batu dengan stalaktit dan stalagmitnya.

"Jalannya jauh, capek. Tapi enggak tahu kapan bisa ke sini lagi," ujar Bayu, salah seorang riser peserta DRE 2.

Konon, di salah satu dinding gua ada sebuah batu yang dipercaya bisa mempermudah jodoh. Diyakini, orang yang menulis di secarik kertas dan mengikatnya di batu itu bisa berjodoh dengan orang yang diinginkan. Namun hal itu baru-buru diluruskan oleh pemandu wisata setempat.

"Ini sebenarnya batu nazar, tapi malah diyakini orang-orang sebagai batu jodoh. Sebenarnya soal ini kami tak ingin terlalu mengeksposnya," timpal Syamsir, salah seorang pemandu di Goa Batu.

"Dan ini ada satu stalaktit dan stalagmit yang sudah bisa bersambungan. Butuh ribuan tahun untuk bisa begini. Karena, stalaktit dan stalagmit untuk bisa bertambah satu sentimeter saja, butuh waktu 40 tahun," tandasnya.

(ton)