Tertunda 200 Tahun, Makam Yesus Kristus Akhirnya Selesai Diperbaiki

Peziarah berdiri di samping makam Yesus Kristus yang baru selesai diperbaiki (Foto: Ronen Zvulun/Reuters)

Peziarah berdiri di samping makam Yesus Kristus yang baru selesai diperbaiki (Foto: Ronen Zvulun/Reuters)

YERUSALEM – Satu tim yang terdiri dari ilmuwan dan para pekerja bangunan berhasil menyelesaikan restorasi terhadap makam Yesus Kristus yang berada di Gereja Makam Suci Yerusalem. Situs bersejarah tersebut akan kembali dibuka untuk umum pada Rabu 22 Maret 2017.

Selama sembilan bulan, tim tersebut berupaya memperbaiki makam Yesus Kristus dengan menitikberatkan restorasi pada struktur kecil di atas tempat pembaringan yang dikenal sebagai Edicule. Bagian lain dari Gereja Makam Suci Yerusalem juga sudah berhasil diperbaiki oleh para pekerja.

Seperti dimuat Reuters, Selasa (21/3/2017), Profesor dari National Technical University of Athens, Antonia Moropoulou, mengatakan, struktur tersebut butuh diperkuat dan diawetkan. Perempuan asal Yunani itu ditunjuk sebagai pemimpin pekerjaan restorasi di situs tersebut.

Gereja Orthodox Yunani, Gereja Orthodox Armenia, dan Gereja Katolik Roma saling berbagi kepemilikan Gereja Makam Suci Yerusalem tersebut. Sayangnya, sengketa antara ketiga denominasi tersebut membuat pekerjaan restorasi tertunda selama lebih dari 200 tahun.

Restorasi akhirnya baru dapat dimulai pada 2016 setelah gereja tersebut dianggap tidak aman oleh otoritas Israel. Setiap denominasi masing-masing menyumbang dana USD3,3 juta (setara Rp43,8 miliar) untuk restorasi tersebut. Raja Yordania, Abdullah II, turut menyumbang dana restorasi.

Moropoulou menjelaskan, pengerjaan dilakukan secara menyeluruh pada batu makam dengan memasukkan baut titanium ke dalam lempengan batu, termasuk lempeng batu tempat pembaringan jenazah Yesus Kristus. Lempeng batu tersebut sempat diangkat untuk penelitian pada Oktober 2016.

Menurut Injil, tubuh Yesus Kristus dibaringkan di kubur yang digali di dalam bukit batu. Yesus dikuburkan setelah seorang saudagar, Yusuf dari Arimatea, meminta mayatnya kepada Pontius Pilatus. Jasad Yesus lalu dikapani dengan kain lenan dan pintu kuburnya ditutup dengan batu besar.

Gereja Makam Suci Yerusalem sendiri dibangun oleh Kerajaan Romawi di bawah pemerintahan Kaisar Konstantinus Agung pada 325. Gereja tersebut diyakini sebagai tempat di mana jenazah Yesus dibaringkan. Penelitian terhadap batu tempat pembaringan tersebut akan memungkinkan peneliti menjawab bentuk asli dari kubur Yesus.

(war)
Live Streaming
Logo
breaking news x