Kejadian Langka, Media Korut Beritakan Tragedi Mematikan

Sangat langka pemerintah Korut meminta maaf atas tragedi yang menimpa warganya (Foto: Reuters)

Sangat langka pemerintah Korut meminta maaf atas tragedi yang menimpa warganya (Foto: Reuters)

PYONGYANG – Tujuh orang penambang terjebak di tambang bijih besi di Unryul, Korea Utara (Korut). Enam dari tujuh orang penambang itu tewas dan hanya satu yang berhasil selamat. Hal yang langka terjadi. Media Pemerintah Korut, Rodong Sinmun, memberitakan kematian enam orang tersebut.

Diberitakan, kejadian itu adalah yang terburuk yang terjadi di Hwanghae selatan sejak provinsi tersebut dibentuk. Demikian dilaporkan CBS, Selasa (21/3/2017). Kecelakaan tersebut terjadi pada 9 Januari 2017.

Media Korut dikontrol ketat dan jarang sekali melaporkan berita yang dipandang negatif oleh rezim Pyongyang. Sebuah pengakuan mengenai kesalahan yang dilakukan pemerintah adalah pemberitaan yang tidak biasa. Banyak pengamat yang terkejut saat media melaporkan permintaan maaf pejabat pemerintah atas robohnya gedung apartemen yang sedang dibangun di Ibu Kota Pyongyang pada 2014.

Insiden runtuhnya tambang Unryul sendiri sama sekali belum pernah diberitakan oleh kelompok-kelompok pengamat sebelum munculnya laporan dari Rodong Sinmun. Hal ini membuktikan sulitnya mendapatkan informasi dari negara terisolasi itu. Terkadang, informasi yang didapatkan simpang siur dan terbukti tidak benar.

Robohnya tambang itu terjadi saat para pekerja melakukan upaya besar-besaran untuk memenuhi perintah Kim Jong-un untuk menambang lebih banyak bijih besi guna mendukung rencana ekonomi lima tahun. Kejadian itu terjadi beberapa hari sebelum peringatan kunjungan ayah dan kakek Kim Jong-un ke tambang itu bertahun-tahun lalu.

Disebutkan, kata-kata terakhir yang diucapkan para penambang kepada keluarga mereka adalah mengenai peringatan yang jatuh pada 23 Januari setiap tahunnya. Mereka nampak ingin menyelesaikan rencana produksi sebelum hari peringatan itu tiba.

“Keenam penambang meninggalkan gema hidup mereka yang murni sebagai warga kelas pekerja,” demikian ditulis Rodong Sinmun. 

(war)
Live Streaming
Logo
breaking news x