Ratusan Polisi Disiagakan di Sidang Lanjutan Kasus Penodaan Agama

(Foto: Taufik Fajar/Okezone)

(Foto: Taufik Fajar/Okezone)

JAKARTA - Sidang kasus dugaan penodaan agama dengan terdakwa gubernur nonaktif DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), kembali digelar di Auditorium Kementerian Pertanian (Kementan), Ragunan, Jakarta Selatan. Ratusan polisi pun tetap disiagakan pada sidang ke-15 itu.

Pantauan Okezone di lapangan, Selasa (21/3/2017), terlihat anggota kepolisian dari Polda Metro Jaya, Polres Jakarta Selatan dan Polsek Pasar Minggu disiagakan di depan Kementan, Jalan RM Harsono. Mereka bersiaga sejak subuh tadi.

Tampak pula kendaraan taktis telah diparkir di depan Kemantan. Kawat berduri pun dipasang untuk menutup jalan yang menuju ke Kebun Binatang Ragunan dari arah Pasar Minggu atau pun sebaliknya.

Massa pro dan anti Ahok pun sudah mulai berdatangan. Meraka masih menyebar di sekitar Kementan sembari menunggu rekannya yang lain.

Rencananya sidang akan dimulai pada pukul 09.00 WIB. Pada sidang kali ini, tim kuasa hukum Ahok akan menghadirkan tiga ahli untuk mematahkan dakwaan dari Jaksa Penuntut Umum.

Ahli yang mereka hadirkan merupakan ahli agama islam, ahli bahasa, serta ahli hukum pidana. Ketiganya yaitu, KH Ahmad Ishomuddin, ahli agama Islam yang merupakan Rais Syuriah PBNU (Pengurus Besar Nahdlatul Ulama) Jakarta serta sebagai dosen Fakultas Syari'ah IAIN Raden Intan, Lampung.

Ahli berikutnya adalah Rahayu Surtiati, ahli bahasa yang merupakan guru besar Linguistik, Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya, Universitas Indonesia (UI), Depok. Berikutnya adalah C Djisman Samosir, seorang ahli hukum pidana yang merupakan dosen Fakultas Hukum Universitas Katolik Parahyangan, Bandung.

Seperti diketahui, Ahok saat ini menyandang status terdakwa dalam perkara dugaan penistaan agama. Pernyataannya terkait Surat Al-Maidah Ayat 51 membawanya ke meja hijau. Jaksa Penuntut Umum (JPU) mendakwa Ahok dengan dakwaan alternatif dengan Pasal 156 a KUHP atau Pasal 156 KUHP.

(fas)
Live Streaming
Logo
breaking news x