Isu Gerakan 'Tamasya Al Maidah' Saat Pencoblosan, Ini Tanggapan Polda Metro

Ilustrasi Wakapolda Metro Jaya Brigjen Suntana (Foto: Okezone)

Ilustrasi Wakapolda Metro Jaya Brigjen Suntana (Foto: Okezone)

JAKARTA – Ajakan ‘Tamasya Al Maidah’ dari sekelompok orang yang mengatasnamakan Gerakan Kemenangan Jakarta (Gema Jakarta), untuk memobilisasi masyarakat luar Jakarta, menjaga di TPS saat pemungutan suara putaran kedua Pilkada DKI Jakarta dinilai berlebih oleh pihak Kepolisian.

Wakapolda Metro Jaya Brigjen Suntana menyampaikan, untuk pengamanan TPS sebaiknya masyarakat percayakan kepada pihak kepolisian yang sudah berkomitmen untuk menjaganya termasuk antisipasi kecurangan saat pemungutan suara berlangsung.

"Kita juga himbau kepada masyarakat Jakarta dan masyarakat di luar Jakarta tidak perlu datang, pengamanan sudah dijamin oleh pihak kepolisian sesuai dengan aturan yang ada bekerjasama dengan instansi terkait," ungkap Suntana di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Selasa (21/3/2017).

Akan tetapi, selama gerakan 'Tamasya Al Maidah' itu tidak melanggar hukum alias tidak mengintimidasi pemilih saat ingin menggunakan hak pilihnya, polisi tidak mempersoalkan.

"Ini kan gerakan demokrasi, jadi teman-teman oke lah, mendukung itu boleh-boleh saja sepanjang itu sesuai dengan aturan, kita perbolehkan saja tetapi kalau bersifat provokasi dan mengintimidasi ya kita larang," pungkasnya.

(muf)
Live Streaming
Logo
breaking news x