Gara-Gara Ulah Ahok, Sandi Minta Maaf Sama Warga Kebon Bawang

Ilustrasi Sandiaga Uno (foto: Okezone)

Ilustrasi Sandiaga Uno (foto: Okezone)

JAKARTA - Kedatangan calon wakil gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Salahuddin Uno dimanfaatkan oleh seorang warga yang pernah dituduh maling oleh Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), Yusri Isnaeni.

Ibu satu anak ini bercerita, ketika dirinya dituduh maling lantaran mencairkan Kartu Jakarta Pintar (KJP). Saking kesalnya dituduh maling, Yusri bahkan telah memperkarakan Ahok ke Polda Metro, namun sayang hingga saat ini, tidak ada tindak lanjut dari pihak kepolisian atas aduannya.

"Waktu itu saya ke komisi E bidang pendidikan, saya bilang KJP yang sekarang dipersulit pada 2015 lalu. Tapi di sana kok di maki-maki. Saya dituduh mencairkan KJP, padahal yang melakukan itu bukan saya, tapi itu kata ibu-ibu pedagang di Pasar. Saya butuh buat bayar sekolah anak. Saya sempat laporkan ke Polda Metro Jaya," kata Yusri di Jalan Gotong Royong, Koja, Jakarta Utara, Selasa (21/3/2017).

Menanggapi hal itu, Sandi panggilan akrab Sandiaga langsung meminta maaf untuk mewakili Ahok. Atas sikap Ahok saat itu telah melukai perasaanya saat itu.

"Saya bilang akhirnya mewakili Pak Basuki, mohon maaf agar suasana damai. Menurut keterangan dari Bu Yusri ada verbal abuse, dari Pak Basuki. Tapi saya ingin agar betul-betul guyub suasana Pilkada," ucap Sandi.

Untuk itu, jika dirinya mendapatkan amanah menjadi wakil gubernur. Ia berkomitmen akan melakukan pengawasan KJP agar tidak ada lagi penyelewengan.

"Pengawasan tentunya dengan kontrol ketat dari masyarakat dan sekolah, dan juga pengawasan dari vendor. Begitu ini diuangkan ini digunakan buat apa, karena buat makan juga penting juga, itu diperbolehkan. Tapi kalau dibelikan make up atau perhiasan kita akan tindak secara tegas, harus ada home page untuk melaporkan menangkal penyalahgunaan. Kami akan kontrol secara elektronik dan dari partisipasi masyarakat," tutupnya.

(muf)
Live Streaming
Logo
breaking news x