Hotel di Bali Dilarang Jual Paket Nyepi Plus Hiburan

Ketua PHDI, I Gusti Ngurah Sudiana (Foto: Sindonews)

Ketua PHDI, I Gusti Ngurah Sudiana (Foto: Sindonews)

DENPASAR - Hotel di Bali dilarang menjual paket Nyepi disertai hiburan. Hal itu dikatakan Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Provinsi Bali I Gusti Ngurah Sudiana di Denpasar, Selasa (21/3/2017).

Mengurut Ngurah Sudiana, Perayaan Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1939 merupakan aset budaya Bali yang bisa menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan. Namun, ada aturan-aturannya tersendiri. Pihak hotel boleh menjual paket Nyepi namun tidak dibarengi dengan hiburan.

"Dalam paket wisata ini ada aturan yang ditaati dan ada peraturan disepakati bersama sehingga Nyepi sebagai paket hiburan wisatawan, menjadi daya tarik, orang penasaran semuanya kok bisa sepi. Bandara ditutup sehingga banyak wisatawan yang memenuhi hotel dan vila di Bali," ujarnya.

Ia menambahkan yang tidak diperbolehkan adalah mereka menjual paket Nyepi disertai dengan hiburan. "Ketika mereka melakukan hal itu artinya mereka melakukan penodaan terhadap Nyepi itu sendiri. Kita tahu saat Nyepi dilarang ada hiburan," terang Sudiana.

Menurutnya, bila ada pengusaha hotel yang sengaja melakukan pelanggaran, akan diberi sanksi termasuk terkait izin hotel. Manajemen hotel hingga panitianya juga akan ditindak.

"Semisal manajernya itu atau manajemennya orang luar negeri maka dia harus dideportasi. Panitianya juga sama, kita akan tindak tegas," pungkasnya.

(put)
TAG : hiburan
Live Streaming
Logo
breaking news x