Peluk Istri dan Anak, Terdakwa Kasus Narkoba: Aku Tobat Mak, Aku Sayang Kalian

Terdakwa Sabu, Darul saat di persidangan bersama istri (foto: Erie/Okezone)

Terdakwa Sabu, Darul saat di persidangan bersama istri (foto: Erie/Okezone)

 

MEDAN - Penyesalan selalu datang terlambat, itulah yang dirasakan Darul (27) terdakwa kasus kepemilikan narkoba jenis sabu. Namun, terdakwa kasus kepemilikan sabu seberat 0,06 gram itu yang awalnya duduk sendiri tiba-tiba langsung meneteskan air mata saat istrinya datang menyaksikan jalannya persidangan bersama bayi mereka yang masih berusia 7 bulan.

"Aku tobat mak, aku sayang kalian. Maafkan ayah ya," kata Darul sembari menyeka air matanya di depan istrinya, Pengadilan Negeri Medan, Selasa (21/3/2017).

Suasana semakin terasa menyayat hati terdakwa Darul ketika majelis hakim yang diketuai Erintuah Damanik memanggil namanya untuk maju ke depan sidang. Cepat-cepat, dia pun langsung mengelap pipinya dan bergegas menuju depan hakim.

"Ayah duduk di depan dulu ya. Kalian keluar ruang sidang saja," pinta terdakwa Darul kepada istrinya dengan wajah sedih.

Dengan tegas selanjutnya majelis hakim membacakan putusan terhadap terdakwa Darul. Dia dihukum selama 1 tahun 6 bulan kurungan penjara karena memiliki sabu seberat 0,06 gram.

Putusan tersebut lebih rendah dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Joice V Sinaga yang meminta hakim untuk menghukum terdakwa selama 2 tahun penjara.

"Apakah saudara terdakwa terima dengan putusan ini. Kalau tidak, boleh ajukan banding. Begitu juga dengan jaksa ya," tanya majelis hakim.

Mendengar itu, terdakwa Darul maupuan JPU Joice menyatakan pikir-pikir.

Sementara itu, seusai persidangan lagi-lagi terdakwa Darul meminta maaf kepada istrinya. Terlihat dia sangat menyesal atas perbuatan yang dilakukannya.

"Tunggu ayah keluar ya nak. Maafkan ayah," ucapnya kepada anaknya sembari memeluk istri dan anaknya yang berada di gendongan.

(wal)
Live Streaming
Logo
breaking news x