"Mau Minum Susu atau Mau Ngamar Mas?"

Foto: Ilustrasi

Foto: Ilustrasi

BANJARMASIN - Praktik prostitusi di Jalan Lingkar Selatan, Banjarbaru, Kalimantan Selatan ternyata bukan isapan jempol belaka. Sejumlah warung kopi pinggir jalan di kawasan itu menyediakan layanan plus-plus.

Tim mencoba melakukan penelusuran di tempat itu. Sebuah warung terlihat ramai dikunjungi pembeli.

Warung itu sebenarnya sebuah rumah kecil terbuat dari kayu. Di warung itu terlihat beberapa pria duduk agak berdempetan dengan wanita paruh baya berkulit kuning langsat.

Si wanita mengenakan kaus kerah bulat warna putih dengan celana jeans di atas lutut. Salah seorang pria terlihat bercakap serius dengan dengan wanita itu.

Beberapa pria keluar warung dan melanjutkan perjalanan menggunakan roda dua, disusul lelaki terakhir. Setelah suasana sepi, tim pun menuju warung tersebut.

Di meja terlihat beberapa makanan ringan dan mi instan. Di dinding tergantung minuman kemasan. Ada susu, kopi, dan lainnya.

"Minum apa?” tanya wanita berbaju putih kepada tim

Setelah membuatkan minuman, wanita itu duduk dengan jarak sangat dekat dengan tim.

"Minum susu atau mau kamar?” ujarnya.

"Memang di sini boleh ngamar? Tidak ada razia?" tanya awak media dilansir jpnn, Selasa (21/3/2017).

Kan tidak lama juga, sebentar saja di kamar," jawabnya.

Dia memberitahukan tarif ngamar, yakni hanya Rp 150 untuk sekali main. Sedangkan tarif pijat hanya Rp 100 ribu.

"Kalau mau, bisa di hotel dekat sini," ujarnya.

Tim juga melakukan penelusuran di warung kopi di Jalan Lingkar Selatan kawasan Banjarmasin Selatan dan Banjarmasin Barat.

Sephia (bukan nama sebenarnya) menemui tim.  Gadis berwajah manis itu mengatakan, para wanita penjaja seks tak berani melayani tamu di warung.

Sebab, mobil patroli selalu memantau setiap malam. Solusinya, tamu dan pekerja seks komersial saling menukar nomor telefon.

Setelah itu, mereka janjian bertemu di suatu tempat. Namun, Sepia mengaku tak pernah menerima ajakan pria hidung belang.

"Tadi ada nawar lima ratus ribu, saya tidak mau," ujar gadis asal Desa Basirih ini.

(fmi)
Live Streaming
Logo
breaking news x