Image

Dorrr! Nur Hadi Tewas Ditembak Polisi

BANYUWANGI - Dua pencuri sepeda motor yang selama ini beraksi di sejumlah tempat di Banyuwangi akhirnya berhasil dilumpuhkan polisi. Polisi terpaksa melumpuhkannya dengan timah panas. Seorang pelaku terpaksa ditembak mati karena berusaha menusuk polisi dengan pisau dalam peristiwa yang terjadi pukul 03.00 dini hari itu.

Penjahat nahas tersebut adalah Nur Hadi alias Imam, warga Dusun Jambesari, Kecamatan Sumberbulu, Jember. Pria berusia 47 tahun itu terkapar bersimbah darah setelah satu timah panas menembus dadanya. Satu pelaku lain juga ditembak karena berusaha kabur saat dikeler ke lokasi pencurian.

Dia adalah Lukman Hakim, 26, warga RT 03, RW 05, Kampung Bancaran No 8, Kabupaten Bangkalan, Madura. Nasib Hakim lebih baik. Dia tak sampai meninggal karena peluru tajam hanya mengenai kakinya.

Penangkapan tersebut merupakan tindak lanjut polisi terkait dengan maraknya kasus pencurian di beberapa wilayah di Banyuwangi. Dari informasi yang diperoleh Jawa Pos Radar Banyuwangi, polisi memergoki Lukman dan Nur Hadi berada di Desa Karangbendo, Rogojampi. Polisi tidak langsung menangkap, melainkan memilih membuntuti keduanya.

Oleh tim Buser Polres Banyuwangi, Lukman dan Nur Hadi ditangkap di Jember saat akan menjual sepeda motor curian. ’’Dua sepeda motor merek Revo dan Beat diketahui merupakan hasil pencurian di wilayah Genteng,’’ kata Kasatreskrim Polres Banyuwangi AKP Dewa Putu Prima Yogantara, dilansir jawapos.com, Selasa (21/3).

Selain mengamankan dua motor yang digunakan pelaku, polisi menemukan satu barang bukti lain, yakni motor Honda Beat yang diindikasikan hasil pencurian.

Pengusutan kasus tersebut terus dikembangkan. Sebab, pencurian motor di Banyuwangi sangat meresahkan. Pelaku selanjutnya digiring ke Banyuwangi untuk menunjukkan lokasi mana saja yang sudah mereka satroni selama ini.

Dari hasil pengembangan, ditemukan dua lokasi yang ditunjukkan dua pelaku, yakni Kelurahan Mandar, Banyuwangi, dan Kecamatan Singojuruh. Polisi pun menggiring Lukman dan Nur Hadi ke TKP yang berbeda. Dua tim dibentuk polisi untuk menuju TKP.

Satu tim menuju TKP Kampung Mandar bersama pelaku Nur Hadi. Satu tim lainnya menuju TKP di Kecamatan Singojuruh bersama Lukman. Nah, baru saja tiba di Kampung Mandar, tepatnya di perkampungan pesisir pantai, tiba-tiba Nur Hadi melawan polisi yang menggiringnya.

Dia mengeluarkan sebilah pisau kecil yang diselipkan di balik ikat pinggang. Meski tangannya diborgol, Nur Hadi bisa mengarahkan pisau itu ke tubuh anggota Resmob yang berdiri di depannya. Ayunan pisau itu pun hampir saja mengenai tubuh petugas.

Karena keselamatannya terancam, polisi sempat memberikan tembakan peringatan ke udara. Namun, Nur Hadi tidak menggubrisnya. Dengan beringas, dia berusaha menusuk polisi dengan pisau. Polisi pun menembak tubuh Nur Hadi tepat di dada hingga dia tersungkur.

Penjahat kakap tersebut sempat dilarikan ke RSUD Blambangan. Tim medis menyatakan, Nur Hadi yang diketahui sebagai pemimpin komplotan maling motor di Banyuwangi sudah tidak bernyawa.

Di TKP lain, tepatnya di Kecamatan Singojuruh, juga demikian. Lukman tidak melawan polisi dengan melakukan penyerangan seperti temannya. Namun, dia berusaha kabur saat polisi menggiringnya. Polisi pun akhirnya menembak kaki kiri Lukman.

Dewa Putu menambahkan, dari pemeriksaan, dua pelaku itu diketahui sebagai pelaku pencurian di beberapa lokasi. Mereka, antara lain, terlibat pencurian sepeda motor milik polwan di depan Polres Banyuwangi serta pencurian motor di Kecamatan Glagah, Giri, Licin, Singojuruh, Genteng, Rogojampi, dan Banyuwangi Kota.

Selain membekuk kedua pelaku dan mengamankan barang bukti tiga sepeda motor, polisi mengamankan sebilah pisau milik pelaku yang digunakan untuk menyerang polisi serta satu kunci T dan dua mata kunci untuk mencuri sepeda motor.

’’Dari hasil pemeriksaan, terlacak bahwa pelaku beraksi di delapan titik di Banyuwangi,’’ ujar Dewa Putu.

(fmi)
Live Streaming
Logo
breaking news x