Trump Tidak Akan Temui Presiden China di Gedung Putih, Ini Alasannya

Presiden AS Donald Trump dan PM Jepang Shinzo Abe saat bertemu di resor Mar a Lago, Palm Beach, Florida, 10 Februari 2017. (Foto: Reuters)

Presiden AS Donald Trump dan PM Jepang Shinzo Abe saat bertemu di resor Mar a Lago, Palm Beach, Florida, 10 Februari 2017. (Foto: Reuters)

WASHINGTON – Presiden China Xi Jinping akan berkunjung ke Amerika Serikat (AS) untuk bertemu dengan Presiden AS Donald Trump pada 6-7 April 2017. Namun, dalam kunjungan kali ini, kedua kepala negara tidak akan bertemu di Gedung Putih, Washington melainkan di resor Mar a Lago di Palm Beach, Florida.

Sejak menjabat sebagai presiden AS pada Januari 2017, Trump telah mengumumkan Mar a Lago sebagai Gedung Putih di musim dingin tempat dia melakukan pertemuan-pertemuan kenegaraan. Resor bergaya Spanyol itu telah digunakan untuk menjamu sejumlah tamu negara, termasuk saat menerima kedatangan Perdana Menteri (PM) Jepang Shinzo Abe pada Februari.

Pemilihan Mar a Lago dianggap tepat untuk menerima kedatangan Presiden Xi Jinping karena memberi suasana yang berbeda dengan yang didapat di Gedung Putih. Lokasi itu dirasa dapat mendorong pembicaraan kedua pemimpin dunia itu dan mendukung suksesnya pertemuan tersebut.

“Mar a Lago adalah tempat di mana Trump merasa nyaman dan seperti di rumah, dan di mana dia dapat memulai percakapan dengan Xi Jinping tanpa formalitas seperti pertemuan di Washington,” kata seorang pejabat Gedung Putih yang dikutip Reuters, Kamis (6/4/2017).

Pihak China semula ragu saat Trump mengatakan akan bertemu Presiden Xi Jinping di Florida karena merasa Mar a Lago tidak memiliki simbolisme yang penting seperti Gedung Putih. Namun, akhirnya Beijing berhasil diyakinkan bahwa pertemuan di lokasi itu pantas dan bermanfaat untuk digelar.

“Usulan AS untuk menggelar pertemuan kepala negara AS dan China di sana, saya pikir merepresentasikan pentingnya pertemuan ini bagi pihak AS. China menghormati pengaturan yang dilakukan pihak AS,” kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Hua Chunying.

(dka)
1 / 2
Live Streaming
Logo
breaking news x