facebook pixel

Kredit Macet Jadi Penyebab Penjualan Retail Mobil Turun

Ilustrasi pameran mobil (Okezone)

Ilustrasi pameran mobil (Okezone)

BANDUNG - Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), penjualan wholesales (dari pabrik ke diler) pada periode Januari-Maret 2017 sebanyak 283.245 unit. Angka tersebut mengalami peningkatan bila dibandingkan dengan penjualan periode yang sama tahun lalu yaitu sebesar 267.302 unit. Walaupun secara wholesales mengalami kenaikan, namun bila melihat data retail (dari diler ke konsumen) penjualan mobil mengalami penurunan. Ada banyak faktor yang menyebabkan hal itu terjadi, salah satunya non performing loan (NPL) atau kredit macet.

"Wholesales naik 5 persen tetapi kalau kami biasanya melihat dari yang sesungguhnya yaitu penjualan retail. Kalau dari retail pasar itu justru turun 5 persen. Kami melihat bahwa salah satu penyebab utama pasar tidak bertumbuh sesuai harapan di tahun ini adalah karena leasing mengalami NPL yang lebih tinggi dari tahun sebelumnya," ujar Direktur Marketing PT Astra Daihatsu Motor (ADM), Amelia Tjandra, di sela media test drive new Ayla di Patengan, Rancabali, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Senin (17/4/2017).

Untuk Daihatsu, lanjut Amel, sebanyak 80 persen konsumen melakukan pembelian mobil secara kredit. Karena NPL tinggi maka perusahaan pembiayaan atau leasing mulai ketat mengeluarkan persetujuan kredit kendaraan.

"Kalau brand lain ada yang mirip jumlahnya (konsumen yang membeli secara kredit) tapi ada juga yang lebih kecil. Apa impact-nya pada industri automotif, 70 persen lebih orang Indonesia beli kendaraan secara kredit, karena NPL lagi bermasalah maka leasing sangat hati-hati untuk memberikan persetujuan kredit," terang Amel.

Ia membeberkan ada banyak konsumen yang melakukan pemesanan kendaraan, namun karena leasing ketat maka angka surat pemesanan kendaraan (SPK) bertanding jauh dengan angka penjualan retail.

"Kalau dibilang secara SPK kami mendapatkan SPK yang lebih baik, bulan lalu SPK kami lebih dari 19 ribu tetapi secara retail kami hanya mencapai 15.341 unit. Tentu saja kami berusaha maksimal, tetapi kembali lagi persetujuan kredit datangnya dari leasing company," pungkas dia. (san)

(ton)