facebook pixel

Bercengkrama dengan Daihatsu Ayla Berlatar Alam Bandung

Test drive Daihatsu new Ayla di Bandung (Foto: Santo/Okezone)

Test drive Daihatsu new Ayla di Bandung (Foto: Santo/Okezone)

BANDUNG - Selang beberapa hari setelah peluncuran new Ayla, PT Astra Dihatsu Motor (ADM) mengajak media untuk merasakan langsung mobil LCGC itu yakni pada 17-18 April 2017.

ADM menyediakan 10 mobil Ayla tipe tertinggi yaitu Deluxe untuk dijajal dengan rute Kota Bandung-Ciwidey, Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Semua mobil yang disediakan bermesin 1.200 cc yang terbagi dalam transmisi manual dan otomatis. Masing-masing mobil diisi empat orang.

"Kami ingin memberikan pengalaman yang berbeda. Menikmati keindahan Indonesia itu menjadi suatu kebanggaan untuk Daihatsu. Kami dalam program-program Daihatsu selalu mencoba mengeksplor beauty of Indonesia," ujar Direktur Marketing PT ADM, Amelia Tjandra, menjelaskan mengapa lokasi tersebut yang dipilih.

Sekilas mengenai Ayla 1,2 L. Bagian depan tampil stylish berkat lampu utama LED, daytime running light (DRL), polished alloy wheel, dan lampu belakang LED rear combi lamp. Sementara interior terkesan nyaman dengan pemasangan head unit double DIN dengan layar sentuh. Pengemudi tidak perlu melepas tangan dari lingkar kemudi untuk mengatur audio, karena model baru ini sudah dilengkapi dengan steering switch. Adanya fitur Immobilizer menjadikan kendaraan lebih aman, karena hanya dapat dinyalakan jika menggunakan kunci asli.

Perjalanan dari Stasiun Bandung menuju Situ Patenggang Ciwidey ditempuh dalam waktu sekira 2,5 jam. Kondisi jalan yang dilalui beragam, mulai dari aspal yang mulus, berlubang, menanjak-menurun, hingga berkelok.

Duduk di bangku baris kedua, kesan pertama mobil mungil ini cukup nyaman. Ruang kaki bisa mengakomodasi penumpang dengan tinggi 170 cm. Duduk di jok penumpang depan, desain bangku mengikuti lekuk tubuh sehingga tidak pegal untuk perjalanan jauh. Namun pada Ayla tertinggi, Daihatsu tetap mempertahankan head rest yang menyatu dengan jok.

Pada sistem infotainment, Daihatsu menyamatkan head unit doubel DIN layar sentuh dengan fitur radio, CD player, slot USB hingga bluetooth. Penggunaan CD pada head unit dinilai mubazir, mengingat saat ini sudah banyak pemilik mobil yang tidak lagi memanfaatkannya sebagai alat pemutar lagu.

"Sebenarnya bergantung konsumen, jadi sebagaimana konsumen yang kami survei rata-rata mereka masih pakai CD," jelas Amel, ketika dimintai komentar soal head unit.

Satu lagi yang cukup disayangkan pada head unit yakni letak slot USB yang berada bukan pada perangkatnya, namun terpisah dan diletakkan di dalam kompartemen dasbor sehingga kabel USB bisa tertiban oleh barang lainnya.

Saatnya merasakan performa dari mesin 1,2 L, Okezone mendapat Ayla bertransmisi otomatis. Saat melaju di jalan datar, posisi tuas transmisi berada di D4. Terasa sekali tarikan awal lambat, baik pada saat pedal gas diinjak secara perlahan maupun lebih dalam.

Ketika dikonfirmasi, ternyata konsep itu sengaja diterapkan untuk mengejar konsumsi bahan bakar yang tidak berlebih.

"Karena kami pakai konsepnya drive by wire buat efisien ahan bakar. Dengan wire, otak mesin mengatur semburan bahan bakar supaya tidak berlebih. Itu memang konsepnya, kan maunya KBH2 (kendaraan hemat bahan bakar dan harga terjangkau)," terang Amel.

Meski terasa lambat di putaran bawah, mesin yang mampu menyemburkan tenaga 88 ps masih dapat diandalkan untuk melibas tanjakan.

Dari sisi suspensi terasa cukup keras ketika mobil melewati jalan berlubang. Rupanya ini memang disegaja untuk mengejar stabilitas mobil saat bermanuver.

"Biasanya kita dapatkan stabilitasnya, dia (suspensi) di-setting agak sedikit keras, kalau empuk enggak dapat," timpal Budhy Santoso, staff technical ADM.

(ton)
​