Wah, Mahasiswa Ciptakan Helm dengan Aromaterapi dan Refleksi

Foto: Istimewa

Foto: Istimewa

BOGOR - Pengendara sepeda motor seringkali mengabaikan penggunaan helm. Hal ini didasari oleh pengendara yang menganggap minimnya fungsi helm, bahkan penggunaan helm dirasa menghambat kenyamanan saat tengah berkendara.

Ketidaknyamanan pengendara ini dapat disebabkan oleh perasaan gerah, pengap, sumpek, panas, dan bau asap kendaraan yang dialami saat menggunakan helm. Tidak jarang kondisi seperti ini membuat pengendara ngantuk yang dapat menyebabkan kecelakaan.

Walaupun peraturan perundang-undangan telah mengatur konsekuensi bagi pengendara motor yang tidak menggunakan helm, namun nyatanya ini tidak juga memberikan dampak jera bagi pengendara sepeda motor.

Keresahan masyarakat terhadap ketidaknyamanan pengendara untuk menggunakan helm pun menjadi dasar inovasi mahasiswa Institut Pertanian Bogor (IPB) untuk menciptakan helm Hercoolest yaitu helm refleksi dengan sirkulasi pendingin aromaterapi antikantuk.

Inovasi ini ditemukan oleh Riyan Agma Ramadhan, Arif Suryadi, Muhammad Suryanto, dan Nisa Nur Hafidza, mahasiswa Diploma IPB. Inovasi ini pun diikutsertakan dalam kegiatan Program Kreativitas Mahasiswa (PKM)-KC.

Pada Hercoolest ini terdapat beberapa kelebihan yang luar biasa dibandingkan helm pada umumnya. Seperti adanya sirkulasi udara dan penyaring udara pada muka helm, sehingga udara panas yang bisanya dirasakan para pengendara pengguna helm tidak terjadi lagi karena udara akan selalu masuk dan terus berganti.

Bukan hanya itu, pada helm ini juga terdapat bagian sebagai tempat aroma terapi yang diletakkan searah dengan lubang sirkulasi udara, sehingga pengguna dapat merasakan udara segar saat berkendara. Pengguna helm juga dapat memilih aroma terapi sesuai dengan apa yang diinginkan.

"Belum lagi ditambah adanya refleksi pada bagian atas helm dengan tujuan jika ada gerakan-gerakan sederhana pada titik refleksi yang ditempatkan di tempat yang strategis akan membuat pengendara sepeda motor tetap tenang dan rileks saat berkendara," kata Riyan, Rabu (19/4/2017).

Pada pembuatan Hercoolest ini Riyan dan teman-temannya menggunakan bahan yang aman dan tidak membahayakan pengendara sepeda motor baik anak kecil maupun anak dewasa. Bahan penyaring udara yang dibuat juga berasal dari plastik yang elastis, namun memiliki fungsi yang sangat baik dalam menyaring udara.

"Nantinya udara yang masuk dapat terkontrol dan stabil sehingga tidak akan mengganggu konsentrasi dalam berkendara, tapi justru akan meningkatkan konsentrasi pengendara motor," jelasnya.

Selain itu, bahan lain yang digunakan adalah cloth diaper yang digunakan untuk membuat pelapis pada bagian dalam helm yang dapat menghasilkan kesejukan bagi kepala pengendara sehingga kepala akan selalu sehat dan rambut tetap segar.

"Semoga penelitian ini dapat bermanfaat bagi masyarakat yang mayoritasnya menggunakan sepeda motor sebagai alat transportasi dengan melihat banyaknya kecelakaan lalu lintas yang terjadi," ungkapnya.

(sus)
Live Streaming
Logo
breaking news x