Tersangkut Panama Papers, PM Pakistan Bisa Tetap Berkuasa

PM Pakistan Nawaz Sharif. (Foto: Reuters)

PM Pakistan Nawaz Sharif. (Foto: Reuters)

ISLAMABAD – Mahkamah Agung Pakistan memerintahkan penyelidikan lebih lanjut atas tuduhan korupsi yang ditudingkan pihak oposisi terhadap Perdana Menteri (PM) Nawaz Sharif. Mahkamah Agung mengatakan, tidak ada cukup bukti untuk melengserkan PM Sharif terkait tuduhan itu.

Dua dari lima juri di pengadilan merekomendasikan Sharif untuk mengundurkan diri, tetapi mereka kalah suara.  

Diwartakan Reuters, Kamis (20/4/2017), Mahkamah Agung Pakistan setuju untuk melakukan penyelidikan atas dugaan korupsi Sharif setelah pemimpin oposisi Imran Khan mengancam akan turun ke jalan dan menggelar protes.

Tuduhan korupsi itu muncul setelah nama putri dan dua putra Sharif muncul di dalam daftar Panama Papers sebagai pemilik dua perusahaan yang terdaftar di Pulau Virgin Inggris. Sharif dan anak-anaknya dituduh menggunakan perusahaan offshore untuk membeli properti di London, Inggris, tanpa terdaftar sebagai hartanya.

Sharif dan keluarganya membantah semua tuduhan itu dan menyatakan tidak bersalah. Tahun lalu, di depan Parlemen Pakistan, Sharif mengatakan semua hartanya didapat dengan cara-cara legal dalam jangka puluhan tahun sebelum dia memasuki dunia politik dan tidak ada uang yang disedot keluar negeri.

(dka)
Live Streaming
Logo
breaking news x