Konflik Semenanjung Korea, Korsel-AS Latihan Militer Bersama

Tentara AS dan Korsel (Foto: EPA/YNA)

Tentara AS dan Korsel (Foto: EPA/YNA)

SEOUL – Korea Selatan (Korsel) dan Amerika Serikat (AS) mengadakan latihan militer gabungan selama 11 hari mulai Senin 17 April 2017 lalu, di tengah menghangatnya kondisi semenanjung Korea.

 Independent, Kamis (20/4/2017) melaporkan bahwa latihan gabungan yang dinamakan Operation Max Thunder itu melibatkan setidaknya 1.000 anggota tentara AS dan 500 tentara Korsel. Selain itu, latihan tersebut juga akan melibatkan kapal induk, pesawat jet serta alutsista lainnya milik kedua negara.

Komando Pasifik AS menyatakan, latihan gabungan Operation Max Thunder ditujukan untuk meningkatkan interoperabilitas antara pasukan AS dan Korsel. Latihan gabungan ini direncanakan berakhir pada 28 April 2017.

 Baca: Semenanjung Korea Kian Panas, Militer Korsel-AS Latihan Bersama

Di tengah perhelatan latihan tersebut, media Korut Rodong Sinmun mengeluarkan peringatan barunya terhadap AS dan Korsel.

“Dalam kasus serangan pre-emptive super kuat (senjata nuklir) kita diluncurkan (maka) itu akan menghancurkan sepenuhnya serta segera menghapuskan bukan hanya invasi imperialis AS di Korsel dan wilayah sekitarnya tapi juga daratan AS dan mengubahnya menjadi debu,” tulis Rondong Sinmun.

(dnb)
TAG : EA Korea EA Korea
Live Streaming
Logo
breaking news x