TOP FILES: Mainan Tradisional Congklak, Bukan soal Kalah atau Menang

Permainan Congklak (Foto: Koran SINDO)

Permainan Congklak (Foto: Koran SINDO)

DI tengah gempuran berbagai gadget, game console atau game modern lainnya, permainan tradisional seperti congklak masih bertahan. Setidaknya permainan ini kadang masih jadi primadona di antara anak-anak di pedesaan.

Permainan yang membutuhkan ketelitian dalam menghitung biji-biji permainannya ini, mirisnya sudah mulai ditinggalkan anak-anak zaman sekarang. Padahal dulu, AJ Resink-Wilkens menyatakan dalam tulisannya, ‘Het Dakonspel’, permainan ini hanya dimainkan anak-anak bangsawan.

Disebutkan pula bahwa permainan ini penuh nilai-nilai luhur, lho. Apalagi mainan ini bukan soal menang dan kalah alias nonkompetitif. Tapi lebih kepada hiburan dan ketenangan hati saja, meski permainannya mengesankan penonjolan ego.

“Peraturannya memang dibuat demikian (nonkompetitif) sehingga dapat berlangsung berjam-jam dan hanya sekali waktu terhenti karena kalah atau habis bijinya di lubang tertentu,” ungkap penulis Dennys Lombard.

Bicara asal usulnya, ternyata permainan ini katanya sudah ada di nusantara sejak masa prasejarah (megalithikum)! Bukti itu terlihat pasca-adanya ekskavasi di Panjunan, Banten 1983 silam.

Di sana, ditemukan sebuah bidang congklak terakota yang berbahan tanah liat. Benda itu kini jadi milik Museum Nasional untuk dikoleksi dan dipamerkan.

Pun begitu, ada pula versi yang mengatakan, bahwa permainan ini berasal dari masa kejayaan Romawi Mesir di Abad keempat Masehi. Juga disebutkan, permainan ini baru tersebar ke Semenanjung Malaya dan Nusantara (sebutan Indonesia dulu) oleh para saudagar asal Asia Selatan dan Jazirah Arab.

Ada lagi versi lain yang menjelaskan, permainan congklak aslinya berasal dari wilayah yang kini termasuk dalam wilayah Kerajaan Yordania. Klaim itu berasal dari penggalian para peneliti National Geographic yang menemukan sekeping batu kapur dengan dua liang selari bertarikh dari masa 5.000-7.000 Sebelum Masehi (SM)

Terlepas dari berbagai versi asalnya, permainan ini setidaknya tidak hanya dikenal di Indonesia dan Malaysia saja. Dalam bahasa Inggris mainan ini namanya mancala, dalam bahasa Melayu namanya congkak. Di kawasan Karibia namanya warri atau awari dan kalau di Filipina dikenalnya dengan sebutan sungka.

(raw)
TAG : TOP
Live Streaming
Logo
breaking news x