Kesulitan Adaptasi Hambat Prestasi Mahasiswa Afirmasi Papua

Foto: Ilustrasi Okezone

Foto: Ilustrasi Okezone

JAKARTA - Pemerintah memberikan beasiswa afirmasi pendidikan tinggi (ADik) kepada pelajar asal Papua dan daerah terluar, tertinggal, terdepan (3T) untuk memberikan kesempatan mengenyam studi di kampus negeri, khususnya di Pulau Jawa. Mereka menjalani proses seleksi yang terpisah dengan SNMPTN dan SBMPTN.

Meski begitu, dalam praktiknya mahasiswa penerima ADik kerap mengalami berbagai kendala, seperti sulit beradaptasi dengan baik. Alhasil, mereka kualahan mengikuti pelajaran sehingga mendapat prestasi akademis yang buruk.

"Berdasarkan pengalaman tersebut mulai 2013 Kemristekdikti melakukan perbaikan pada proses rekruitmen melalui seleksi ujian tulis," tutur Direktur Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan, Intan Ahmad melalui siaran pers, Kamis (20/4/2017).

Perbaikan dilakukan melalui Afirmasi Pendidikan Menengah (ADEM) yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas input ke perguruan tinggi. Siswa lulusan SMP di Papua, ucap Intan, direkrut untuk mengikuti pendidikan menengah, SMA dan SMK di seluruh Jawa dan Bali.

"Pada 2016 kami tidak lagi melakukan seleksi ujian tulis bagi lulusan siswa ADEM, tetapi didasarkan pada prestasi akademis di jenjang pendidikan menengah dan rekomendasi hasil tes psikotes siswa. Hasilnya diserahkan kepada di PTN dan Politeknik penerima beasiswa," paparnya.

Sayangnya, prosedur tersebut kembali menimbulkan masalah. Sebab, siswa ADEM hanya memilih program studi tertentu tanpa mempertimbangkan kesesuaian dan kemampuan akademisnya. Penempatan program studi yang lebih sesuai pun justru membuat mahasiswa memilih untuk kembali ke daerah asal dan tidak melanjutkan studi di PTN.

"Maka pada seleksi ADik 2017 ini, seluruh siswa ADEM yang ingin melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi dan politeknik diwajibkan untuk mengikuti seleksi ujian tulis sebagaimana siswa reguler lainnya. Harapannya supaya diperoleh siswa-siswa yang berkualitas dan siap untuk mengikuti perkuliahan," ujarnya.

Kemristekdikti tahun ini memberikan kuota beasiswa ADik sebanyak 1.750 penerima, dengan rincian 400 penerima program ADEM, 750 penerima program ADik 3T, dan 600 penerima program ADik Papua. Sementara total peserta yang mengikuti tes ADik tahun ini sebanyak 4.675 orang.

(sus)
Live Streaming
Logo
breaking news x