Siswi SMK Bunuh Diri, Ini Hasil Investigasi Kemdikbud

Foto: Ilustrasi Okezone

Foto: Ilustrasi Okezone

JAKARTA - Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI) melakukan audiensi dengan Inspektorat Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) guna membahas kasus siswi SMKN 3 Padangsidimpuan, AN yang nekat bunuh diri karena merasa terintimidasi oleh oknum guru.

Menurut tim investigasi yang dikirim Kemdikbud, di sekolah tersebut memang terjadi kebocoran soal ujian sehingga berbuntut saling lempar komentar antarsiswa di Facebook.

"Bahwa benar terjadi kebocoran kunci jawaban yang dilakukan oknum guru SMKN 3 Padangsidimpuan, tetapi bukan soal USBN maupun UNBK, melainkan soal UAS untuk mata pelajaran pendidikan jasmani dan kesehatan," ujar Presidium FSGI, Heru Purnomo, dalam keterangan tertulis, Kamis (20/4/2017).

Sedangkan terkait oknum guru KS yang diduga menakut-nakuti AN terkena pelanggaran UU ITE, tim investigasi menyerahkan kepada pihak kepolisian karena merupakan ranah pidana. Sedangkan untuk kasus kekerasan verbal yang dilakukan KS kepada siswa lainnya, pihak inspektorat menyerahkan sanksi kepada inspektorat daerah.

"Inspektorat Kemdikbud RI juga merekomendasikan agar situasi sekolah kondusif, maka diperlukan pemetaan kebutuhan guru agar bisa memutasi para guru yang memang memiliki masalah pribadi tetapi dibawa ke ranah publik," imbuh Bendahara FSGI, Slamet Maryanto.

Di samping itu, lanjut dia, oknum guru KS juga diminta untuk meminta maaf langsung kepada keluarga korban yang telah mengalami kekerasan verbal, yakni keluarga AN dan lima siswi lainnya.

"Pihak Inspektort Jenderal Kemdikbud RI dengan FSGI sepakat bahwa sekolah dan anak-anak adalah hal utama yang harus diselematkan demi terwujudnya pendidikan yang berkualitas dan berkeadilan di SMKN 3 Padangsidimpuan," pungkas Sejken FSGI, Retno Listyarti.

(sus)
TAG : Bunuh diri
Live Streaming
Logo
breaking news x