facebook pixel

Bersaing dengan Mobil Jepang, Pengamat: Nekat Sekali Wuling

Mobil MPV Wuling (Okezone)

Mobil MPV Wuling (Okezone)

JAKARTA - PT SGMW Motor Indonesia selaku agen pemegang merek (APM) mobil Wuling di Indonesia menyatakan keseriusannya untuk bermain di pasar automotif Indonesia.

Hal itu ditunjukkan dengan pembangunan pabrik yang berlokasi di Cikarang, Jawa Barat. Kehadiran Wuling di Indonesia mendapat perhatian dari pengamat automotif Bebin Djuana yang mengatakan Wuling terbilang nekat masuk ke pasar yang sudah dikuasai produk Jepang.

"Beberapa yang terlintas di benak saya sebagai orang awam, nekat sekali Wuling itu. Kok berani masuk ke Indonesia sementara cakarnya produk Jepang itu sudah menancap di negara ini lebih dari 40 tahun. Perbedaan waktu yang sangat jauh lebih dari 4 dekade. Tetapi bukan bermaksud untuk menakuti-nakuti, tetapi saya beri judul saja sulit tapi bukan tidak mungkin," katanya dalam acara diskutik Forwot Indonesia bertema, 'Selamat Datang Wuling di Indonesia' di Jakarta, Jumat (21/4/2017).

Dengan membangun pabrik di sini, kata dia, ada peluang mobil-mobil Wuling bisa melawan produk Jepang, meski sangat sulit.

"Ketika saya dengar bahwa Wuling mulai investasi dengan membuka pabrik, saya katakan sulit. Tidak mudah melawan Jepang yang sudah dikenal di Indonesia. Tapi kalau dipikir, keputusan itu enggak salah," tambahnya.

Masalahnya, bisa atau tidak Wuling merebut hati masyarakat dengan produk yang akan dipasarkan nanti.

"Potensi market luar biasa di sini, cuma bagaimana untuk mendapatkan hati masyarakat Indonesia itu yang jadi masalah. Kalau kita bicara teori marketing, semua tahu mengenai produk, pricing, dan sebagainya. Saya teringat ketika motor China masuk ke Indonesia, itu luar biasa. Itu prestasi marketing yang bukan main-main. Bayangkan dalam waktu 1,5 tahun market share yang diambil semua merek motor China. Artinya ketika marketing activity gencar bisa kok merebut hati," terang dia.

Yang sangat disayangkan dari produsen motor China menurut Benbin adalah tidak kuatnya layanan aftersales. Itu yang membuat pasarnya kemudian terjun bebas. Jadi langkah yang diambil Wuling untuk mendirikan pabrik dan diler sudah tepat.

"Ini pelajaran yang penting bahwa waktu itu masuknya motor China tidak diikuti oleh aftersales. Tapi kalu kita lihat total market dalam kurun yang singkat mampu menggerogoti market share sepeda motor yang bukan main-main, bukan cuma 5 sampai 10 persen saja, itu artinya kalau agresif marketingnya, pasti bisa berkembang," pungkas dia. (san)

(ton)
​