Image

HISTORIPEDIA: Gerakan 100 Ribu Pelajar China ke Alun-Alun Tiananmen

Demonstrasi besar-besaran di Alun-Alun Tiananmen pada 1989 (Foto: Mikami/Associated Press)

Demonstrasi besar-besaran di Alun-Alun Tiananmen pada 1989 (Foto: Mikami/Associated Press)

PROTES kaum reformis di lapangan Tiananmen pada 1989 adalah sebuah peristiwa penting dalam sejarah Republik Rakyat China (RRC) dan dunia. Gelombang protes yang berjalan selama sekira tiga bulan itu berakhir dengan sebuah tragedi yang mempengaruhi citra Negeri Tirai Bambu di mata dunia, setidaknya hingga akhir dekade 1990.

Enam hari setelah kematian mendadak pejabat senior Partai Komunis China (PKC) yang dilengserkan, Hu Yaobang, tepatnya pada sore hari, 21 April 1989, 100 ribu pelajar berkumpul di Lapangan Tiananmen, Beijing. Mereka ingin mengenang Hu yang dikenal sebagai seorang tokoh reformis di dalam Partai Komunis sekaligus menyampaikan ketidakpuasan terhadap pemerintah.

Keesokan harinya upacara formal peringatan kematian Hu digelar di Aula Besar Rakyat di Tiananmen dengan dikuti permintaan dari perwakilan pelajar untuk bertemu Ketua PKC, Li Peng. Namun, Pemerintah China menolak permintaan tersebut, sehingga muncul seruan boikot di universitas-universitas di seluruh negeri yang menuntut dilakukannya reformasi demokratik.

Tanpa menghiraukan peringatan pemerintah yang mengancam akan menggunakan kekerasan untuk membubarkan segala bentuk demonstrasi besar-besaran, pada 27 April, para pelajar dari 40 univesitas di China bergerak ke Tiananmen. Aksi tersebut juga diikuti oleh para pekerja, cendikiawan, bahkan pejabat publik.

Jumlah peserta aksi terus bertambah hingga pada pertengahan Mei 1989, lebih dari satu juta orang telah berada di lapangan tempat deklarasi berdirinya RRC pada 1949 itu. Melihat keadaan ini, pada 20 Mei 1989, Pemerintah China mengumumkan keadaan darurat militer di Beijing.

(war)
TAG : pelajar
1 / 2
Live Streaming
Logo
breaking news x