Astronot AS dan Rusia Mendarat di Stasiun Luar Angkasa Internasional

Astronot AS Jack Fischer (atas) dan kosmonot Rusia Fyodor Yurchikhin sebelum naik pesawat Soyuz (Foto: Kirill Kudryavtsev/Associated Press)

Astronot AS Jack Fischer (atas) dan kosmonot Rusia Fyodor Yurchikhin sebelum naik pesawat Soyuz (Foto: Kirill Kudryavtsev/Associated Press)

AMERIKA Serikat (AS) dan Rusia boleh-boleh saja berbeda pandangan dalam berbagai isu internasional. Namun, hal tersebut tidak menghalangi penerbangan seorang astronot AS yang berkolaborasi dengan seorang kosmonot berpengalaman Rusia menuju Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS).

Astronot Badan Antariksa AS (NASA), Jack Fischer, terbang bersama kosmonot Rusia Fyodor Yurchikhin dari situs peluncuran milik Negeri Beruang Merah di Kazakhstan pada Kamis 20 April 2017 sekira pukul 13.13 waktu setempat. Keduanya terbang dengan pesawat luar angkasa Soyuz buatan Rusia.

Seperti dimuat Belfast Telegraph, Jumat (21/4/2017), keduanya berhasil mendarat di ISS dalam jangka waktu enam jam kemudian. Keduanya akan bergabung dengan astronot NASA Peggy Whitson, kosmonot Rusia Oleg Novitskiy, dan astronot Prancis Thomas Pesquet selama berada di ISS.

Peggy Whitson dan Jack Fischer dijadwalkan untuk berbicara lewat sambungan komunikasi satelit dengan Presiden AS Donald Trump pada Senin 24 April 2017. Whitson akan genap berada 535 hari di luar angkasa tepat pada Senin mendatang.

Catatan tersebut akan membuat perempuan berusia 57 tahun itu sebagai astronot AS paling lama menjalankan misi di luar angkasa. Ia juga merupakan astronot perempuan pertama yang memegang komando di ISS. Peggy Whitson juga mencatatkan diri sebagai astronot perempuan tertua yang pernah berada di luar angkasa. Ia dijadwalkan kembali ke bumi pada September 2017.

Perjalanan tersebut menjadi yang pertama kali bagi Jack Fischer, sementara bagi Fyodor Yurchikhin adalah pengalaman yang kelima. Keduanya akan berada selama empat bulan di ISS sebelum sama-sama kembali ke bumi pada September mendatang.

(war)
Live Streaming
Logo
breaking news x