Image

Persembahan PM Jepang ke Kuil Kontroversial Berpotensi Memicu Ketegangan

Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe (Foto: Agustin Marcarian/Reuters)

Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe (Foto: Agustin Marcarian/Reuters)

TOKYO – Perdana Menteri (PM) Jepang Shinzo Abe tampaknya dapat memicu kemarahan dua tetangganya, yakni China, Korea Selatan (Korsel), dan Korea Utara (Korut). Sebab, Ketua Partai Demokrasi Liberal (LDP) itu mengirimkan persembahan ke Kuil Yasukuni yang kontroversial.

Diwartakan Reuters, Jumat (21/4/2017), persembahan dikirim Shinzo Abe dalam rangka festival musim semi. Pria berusia 62 tahun itu sendiri dipastikan tidak akan datang ke festival yang diadakan di Kuil Yasukuni tersebut.

Pengiriman persembahan dilakukan di saat Jepang sedang berupaya membangun hubungan yang lebih baik dengan Korsel dan China terkait isu Korut. Hubungan Jepang dengan kedua tetangganya di kawasan itu mengalami pasang surut serta punya isu masing-masing yang cukup pelik.

Dengan China, Jepang terlibat sengketa Kepulauan Senkaku atau Diaoyu. Dengan Korsel, Jepang terlibat masalah patung perempuan yang dianggap simbol budak seks masa lalu yang didirikan di depan Kedutaan Besar di Seoul.

(Kuil Yasukuni yang menjadi kontroversi. Foto: Kim Kyung-hoon/Reuters)

Kuil Yasukuni menjadi kontroversi di kawasan Asia Timur karena dibangun untuk menghormati arwah para tentara Jepang yang tewas di korban perang. Kuil tersebut juga dipersembahkan untuk menghormati jasa 14 pemimpin Jepang yang dinyatakan bersalah oleh pengadilan internasional sebagai penjahat perang.

China, Korsel, dan Korut melihat kuil tersebut sebagai representasi penjajahan Jepang di masa lalu. Kunjungan pemimpin Jepang ke kuil tersebut dapat memicu terjadinya ketegangan. Abe sendiri hanya pernah satu kali mengunjungi kuil tersebut pada Desember 2013. Demi hubungan yang lebih baik, ia kemudian memilih mengirim persembahan dalam beberapa kesempatan.

(war)
Live Streaming
Logo
breaking news x