Pasca-Penembakan di Paris, Capres Prancis Serukan Pengetatan Perbatasan

Foto calon presiden Prancis, Marine Le Pen (Foto: AFP/Getty Images)

Foto calon presiden Prancis, Marine Le Pen (Foto: AFP/Getty Images)

PARIS – Calon Presiden Prancis aliran sayap kanan jauh, Marine Le Pen, menyerukan agar Prancis harus mengetatkan pemeriksaan di perbatasannya. Ia menyampaikan hal tersebut usai terjadinya penembakan di Paris yang menewaskan pelaku dan anggota polisi.

Insiden itu dimanfaatkan Le Pen untuk semakin menjustifikasikan kampanye anti-imigrannya. “Kita tidak boleh kalah di perang ini. Tapi selama 10 tahun terakhir, pemerintah sayap kiri dan kanan melakukan segalanya agar kita kalah. Kita membutuhkan kepresidenan yang (berani) bertindak dan melindungi kita,” tutur Le Pen, sebagaimana dikutip dari Reuters, Jumat (21/4/2017).

Polling sementara ini di Prancis menempatkan Le Pen di posisi terdepan namun ia diperkirakan akan kalah di putaran kedua pemungutan suara yang diadakan pada 7 Mei 2017.

Banyak pihak menduga, serangan yang terjadi pada Kamis 20 April 2017 itu dapat mempengaruhi para pemilih. Kemungkinan para capres yang memiliki pandangan keras terkait keamanan dan imigrasi seperti Le Pen dan Francois Fillon akan mendulang suara lebih banyak pasca-serangan tersebut.

(emj)
Live Streaming
Logo
breaking news x