HISTORIPEDIA: Wafatnya Mantan Presiden AS, Richard Nixon

Foto Bill Clinton memberikan pidatonya di pemakaman Richard Nixon (Foto: History.com)

Foto Bill Clinton memberikan pidatonya di pemakaman Richard Nixon (Foto: History.com)

SEJARAH dunia mencatat pada 22 April 1994 menjadi hari ketika mantan Presiden Amerika Serikat Richard Nixon wafat. Bila membahas Nixon, maka ia tidak pernah terlepas dari salah satu skandal yang paling mencoreng Kepresidenan AS yaitu Watergate.

Nixon lahir pada 9 Januari 1913 di Yorba Linda, California. Karier politiknya diawali ketika ia terpilih menjadi anggota DPR AS pada 1946 dan menjadi anggota Senat pada 1950.

Semenjak menjadi anggota Senat, reputasi Nixon semakin terkenal karena ia memimpin pergerakan anti-komunis. Memanfaatkan popularitas Nixon, Dwight D Eisenhower mengajaknya untuk ikut dalam pilpres 1952 di bawah Partai Republik.

Nixon pun resmi menjadi Wakil Presiden AS dari 20 Januari 1953 hingga 20 Januari 1961. Sayangnya, walau ia cukup populer, Nixon memiliki kelemahan di sisi kepribadiannya. Sebagaimana dikutip dari History, Sabtu (22/4/2017) para pendukungnya mendeskripsikan Nixon sebagai orang yang dingin, penyendiri, kasar, sombong dan paranoid.

Bahkan Presiden Dwight D Eisenhower yang mendengar kabar bahwa Nixon akan ikut dalam pencalonan pilpres AS mengklaim ia tidak akan pernah menang karena kepribadian Nixon.

Awalnya, Nixon memang kalah di pilpres AS 1960 namun ia kembali  mencalonkan diri pada 1968 dan kali ini ia menang. Sisi kepribadiannya yang paranoid kembali menghantuinya dan akhirnya menjadi pemicu keruntuhan karier politiknya. Pasalnya Nixon terlibat dalam sejumlah penyadapan yang ditujukan kepada musuh politik hingga para pendukungnya dan menjadi awal dari terungkapnya skandal Watergate.

“Jika seseorang ingin menjadi sosok pemimpin dan tidak kontroversial, maka itu berarti ia tidak pernah membela apa pun,” ucap Nixon.

Walau tercoreng dengan skandal, Nixon juga memiliki peran yang cukup dikenang di AS. Nixon berhasil mengakhiri keterlibatan AS di perang Vietnam, ia juga membuka hubungan diplomatik dengan China, bahkan Nixon juga tercatat menjalin kesepakatan Perjanjian Anti-Misil Balistik dengan Uni Soviet.

Pada 18 April 1994, Nixon menderita serangan stroke ketika sedang menyiapkan makan malam. Ia langsung dilarikan ke rumah sakit Cornell Medical Center di Manhattan. Kerusakan menyebabkan otaknya membengkak hingga ia jatuh koma. Pada 22 April 1994 tepatnya pukul 09.08 waktu setempat, Nixon mengembuskan napas terakhirnya di usia 81 tahun.

(emj)
Live Streaming
Logo
breaking news x