Image

Tindak Tegas Konglomerat Penyebar Sembako di Pilkada DKI

JAKARTA - Tim Pemenangan Anies Baswedan-Sandiaga Uno mengapresiasi langkah Badan Pengawasan Pemilu (Bawaslu) DKI Jakarta, yang akan menyelidiki kasus bagi-bagi sembako pada masa tenang di putaran kedua Pilgub DKI Jakarta.

Sekretaris Tim Pemenangan Anies-Sandi, Syarif mengatakan, pihaknya menyambut baik langkah Bawaslu DKI tersebut. Pasalnya, Pilkada Ibu Kota merupakan wajah demokrasi di Indonesia.

(Baca juga: Timses Anies-Sandi: Tindak Tegas Aktor Penyuplai Sembako di Pilgub DKI!).

"Saya menyambut positif langkah Bawaslu tersebut," kata Syarief kepada Okezone, Jumat (21/4/2017).

Ia berharap, Bawaslu DKI memberikan hukuman yang maksimal kepada para terduka pelaku money politic tersebut. Selain itu, sambung Syarif, Bawaslu juga menindak aktor utama di balik "hujan" sembako saat masa tenang di Pilkada Ibu Kota itu.

"(Aktor utama) harus tegas ditindak dan jangan ragu tegakkan peraturan," tandasnya.

Ketua Dewan Pembina ACTA, Habiburokhman, mengatakan politik sembako sengaja dilakukan secara terstruktur, sistematis, dan masif sebelum dilakukannya proses pemungutan suara guna mendulang suara kepada petahana.

(Baca juga: Beberkan Barang Bukti Tambahan, ACTA Minta Aktor Utama Politik Sembako Segera Diproses).

Ia menegaskan, politik sembako merupakan strategi money politic yang sadis dalam pesta demokasi di Ibu Kota. Ia menerangkan juga, proses hukum kepada terduga pelaku harus segara dilakukan guna memberikan pelajaran berharga bagi semua pihak.

"Karena ini betul-betul pelanggaran sadis saat pemilu, ini harus menjadi pelajaran dan pelaku harus diproses. Kita tidak ada urusan siapa pemenangnya tapi pelaku itu sadis betul," kata Habiburokhman saat dihubungi Okezone.

Sebelumnya, Advokat Cinta Tanah Air (ACTA) telah membeberkan barang bukti penting ke Bawaslu terkait aksi bagi-bagi sembako saat masa tenang di Pilgub DKI Jakarta.

Barang bukti tersebut berupa indikasi yang menunjukkan bahwa pelanggaran tersebut sengaja dilakukan secara terstruktur, sistematis dan masif oleh aktor utama penyuplai sembako kepada warga yang diduga merupakan relawan petahana.

ACTA menduga aktor utama penyuplai sembako tersebut merupakan seorang konglomerat yang tinggal di kawasan Jakarta Pusat.

"Konglomerat itu yang menyuplai beras tersebar dia tinggal di Jakarta Pusat," kata Ketua Dewan Pembina ACTA, Habiburahman.

(fmi)
Live Streaming
Logo
breaking news x