Kompolnas: Penembakan Satu Keluarga di Lubuklinggau Langgar Prosedur

Yotje Mende. (Foto: Sindonews)

Yotje Mende. (Foto: Sindonews)

LUBUKLINGGAU - Aksi brutal oknum anggota Satuan Shabara Polres Lubuklinggau yang memberondong 10 kali tembakan terhadap satu keluarga terus menuai kecaman. Komisi Polisi Nasional (Kompolnas) pun langsung turun ke Kota Lubuklinggau Provinsi Sumatera Selatan untuk mengawasi dan mengawal kasus penembakan ini.

"Apakah kemarin (penembakan) membahayakan jiwanya sendiri dan orang lain saya rasa tidak, jadi jelas prosedur itu sudah terlanggar, kita serahkan ke Propam dan Reskrimum," tegas anggota Kompolnas RI, Irjen Pol (P) Yotje Mende saat diwawancarai awak media di Mapolres Lubuklinggau, Jumat (21/4/2017).

Dikatakan Yotje, penembakan yang dilakukan Brigol Kalingga sangat jelas tidak sesuai dengan Peraturan Kapolri (Perkap) nomor 8 tahun 2009 Pasal 47 dan 48 yang menyebutkan bahwa anggota Polri dapat menembak apabila mengancam terhadap jiwanya sendiri dan jiwa orang lain.

"Kasus ini ditangani Propam dan Ditreskrimum Polda. Propam memproses pelanggaran kode etik profesi Polri dan Ditreskrimum memproses pidananya," terangnya.

Kunjungan Yotje yang didampingi Kombes Rahmat dari Mabes Polri bertujuan‎ untuk pengumpulan data-data dalam untuk klarifikasi atas informasi yang didapat. Kompolnas memandang langkah-langkah Polda dan Polres sudah cukup baik namun perlu pendalaman lebih jauh.

"‎Menyangkut Brigadir ini (penembak) ada pada  kebijakan pimpinan polda, apa pun langkah polda yang positif kita akan dukung," ujarnya.

Pihaknya akan menunggu hasil pemeriksaan dari Propam dan tidak menutup kemungkinan kasus ini akan dibawa ke pidana karena terdapat unsur kelalaian.

"Apa pun langkah positif polda akan kita dukung, yang bersalah harus dihukum dan yang benar harus dibela," pungkasnya.

(qlh)
Live Streaming
Logo
breaking news x