Misteri Identitas Diki, Sopir yang Diberondong Tembakan oleh Polisi di Lubuklinggau

Diki. (Foto: Sindonews)

Diki. (Foto: Sindonews)

LUBUKLINGGAU - Siapa sebenarnya Gatot Sudari alias Diki (29), sopir mobil Honda City BG 1488 ON yang diberondong tembakan oleh oknum anggota satuan Sabhara Lubuklinggau hingga saat ini belum diketahui.

Diki (29) yang menerobos razia Polres Lubuklinggau di Jalan Fatmawati Soekarno pada Selasa lalu 18 April 2017 hingga saat ini masih berada di ruang ICU RSUD Dr Sobirin Mura di Lubuklinggau.

Penasaran dengan siapa Diki sebenarnya, kami mencoba menggali informasi ke Kepala Desa Belitar, Kecamatan Sindang Kelingi, Kabupaten Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu.

Kades Blitar, Buhani menerangkan bahwa hingga saat ini belum mengetahui siapa sebenarnya Diki (29), bahkan identitas sebenarnya pun belum terlacak. Buhani hanya tahu bahwa yang bersangkutan anak angkat dari korban tewas, Surini yang sering menginap di rumah keluarga tersebut.

"Diki ini kita belum tahu pasti, sampai sekarang masih misterius dia ini siapa, orang mana aslinya kita belum tahu," kata Buhani.

Lebih lanjut Buhani menuturkan, Diki diketahui bekerja sebagai penjual/distributor buku salah satu penerbit ke wilayah Provinsi Bengkulu. Selama tujuh bulan terakhir Diki menginap di rumah keluarga Surini.

Buhani pun menceritakan awal mula keluarga Surini mengenal sosok Diki. Diki diangkat sebagai anak tujuh bulan lalu saat yang bersangkutan beristirahat di Masjid Desa Belitar dan bertemu dengan keluarga Surini dan suaminya Kaswan.

Dari sinilah hubungan keluarga angkat ini berawal, karena keluarga Surini menilai Diki orang baik sehingga setiap mendistribusikan buku, Diki tinggal di rumah keluarga Surini.

"Saya sudah tanya KTP sih Diki ke keluarga Kaswan karena kan dulu mereka lapor ke kantor desa, tapi kata keluarga Kaswan mereka menjamin Diki itu keluarga angkat mereka, orang baik-baik," kata Buhani.

Sementara itu, Zainal Arifin, keluarga Surini juga mengatakan hal serupa. Berdasarkan cerita keluarga Surini bahwa Diki bekerja sebagai penjual buku-buku ke sekolah-sekolah di wilayah Provinsi Bengkulu saat pulang dari sekolah.

"Waktu itu sering jual buku di wilayah Sumsel, tujuan akhir Bengkulu, ke Bengkulu mampir di Masjid Belitar, tujuh bulan lalu karena baik jadi diangkat jadi anak. Setiap ke Bengkulu mampir ke rumah korban, sampai sekarang belum ada keluarga Diki yang membesuk," pungkasnya.

(qlh)
Live Streaming
Logo
breaking news x