Kompolnas Ungkap Tindakan Penembakan Menyalahi Perkap Polri

Ilustrasi kompolnas Irjen Pol Yotje Mende (foto: Era/Okezone)

Ilustrasi kompolnas Irjen Pol Yotje Mende (foto: Era/Okezone)

LUBUKLINGGAU - Pasca terjadinya insiden penembakan mobil sedan Honda City nopol BG 1488 ON yang menerobos razia di jalan lingkar HM Suharto Kelurahan Simpang Periuk, Kecamatan Lubuklinggau Selatan II. Komisi Polisi Nasional Indonesia (Kompolnas) mendatangi Polres Lubuklinggau.

Anggota Kompolnas Irjen Pol.  Yotje Mende mengatakan apa yang dilakukan oleh anggota Polres Lubuklinggau saat menggelar razia sudah melanggar Peraturan Kapolri (Perkap) nomor 8 tahun 2009, yang mengatur mengenai prosedur menembak. Disana dijelaskan, anggota Polri ‎dapat menembak apabila mengancam jiwanya sendiri dan jiwa orang lain.

"saya tanya, apakah membahayakan mereka atau tidak. Hasilnya jelas prosedur itu sudah terlanggar. Tapi itu masih indikasi, kita serahkan pada propam dan Dirreskrimum. Saya dengar dari Kapolres Dirreskrimum dan Propam sudah datang. Dirreskrimum akan memproses Pidana, sedangkan Propam masalah kode etik‎‎,"

Ia pun menegaskan Kehadiran Kompolnas dalam rangka pengumpulan data klarifikasi terkait berita -berita yang beredar, ia menyatakan langkah-langkah Polres dan langkah Polda dalam menangani kasus ini sudah cukup baik. Hanya saja masih perlu pendalaman lagi.

"Karena penanganan brigadir itu ada pada pimpinan Polda, kami masih akan menunggu. Karena sifatnya klarifikasi hasil dari propam. Kami juga sudah dapat informasi dari Kapolda, bahwa Pak Kapolda Juga menyampaikan tidak menutup kemungkinan kasus ini juga akan dibawa kepada pidana ‎karena kelalaian dan menyebabkan korban jiwa," ungkapnya

Ia pun menyatakan akan mendukung semua langkah-langkah yang akan dilakukan oleh Polda selama tindakan yang dilakukan positif. Menurutnya yang salah harus ditindak. Sedangkan mereka yang benar juga harus dibela. Karena kompolnas selalu berada di belakang Polda dalam arti membantu mewujudkan Polri yang profesional dan mandiri.

Ia juga sudah merekomendasi kepada Kapolres Lubuklinggau untuk melakukan pemeriksaan ke dalam, karena tindakan yang dilakukan menyangkut dua aspek, baik disiplin maupun pelanggaran kode etik profesi.

‎Karenanya, ia menilai saat pelaksaan razia kemungkinan ada yang tidak disiplin juga harus ditindak. Selain daripada pelaku‎. Hanya saja siapa-siapa yang melangar belum bisa dipastikan karena masih dalam pemeriksaan dan masih sumir.

"Prosedur kegiatan yang dilakukan oleh Polres Lubuklinggau, sudah sesuai aturan karena ada surat perintah, ada TR Kapolda ‎untuk mentaati aturan, itu sudah sesuai dengan SOP yang berlaku dilapangan. Bahkan saya sudah tanya kepada Kapolsek surat tugasnya daftar personilnya," pungkasnya.

(muf)
Live Streaming
Logo
breaking news x