Kejari Binjai Ringkus Tersangka Kasus Korupsi Alkes

Ilustrasi penangkapan (Foto: Ist)

Ilustrasi penangkapan (Foto: Ist)

MEDAN - Penyidik pidsus Kejaksaan Negeri (Kejari) Binjai akhirnya meringkus pegawai negeri sipil (PNS) Pemkot Binjai, Suhadi Winata, Jumat (21/4/2017) sore. Suhadi Winata merupakan salah satu tersangka kasus korupsi pengadaan alat-alat kesehatan (alkes) pada Dinas Kesehatan Kota Binjai, tahun anggaran 2012.

Kajari Binjai, Wilmar Ambarita mengatakan, sebelum diringkus Suhadi sedianya telah ditetapkan tersangka sejak satu tahun terakhir. Ia ditangkap setelah penyidik mengorek informasi dari rekanan pengadaan alkes, Nita Heriani dan Fadli Humala Harahap.

"Berdasar keterangan dua orang tersangka yang sudah diamankan. Penyidik akhirnya menangkap dan menahan Suhadi," kata Wilmar.

Dijelaskan Wilmar, keterlibatan Suhadi terkait dengan jabatannya sebagai ketua kelompok kerja (pokja) pengadaan barang dan jasa Pemkot Binjai.

"Ada kerja sama antara Suhadi dengan rekanan dalam pengerjaan proyek (Alkes) ini. Sehingga muncul kerugian negara," kata Wilmar.

Diakuinya, berdasarkan hasil perhitungan Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK) Sumut, proyek Alkes yang menelan dana Rp8,8 milliar tersebut mengakibat kerugian negara sebesar Rp3,3 milliar.

Dalam kasus ini, empat orang ditetapkan tersangka dan sudah ditahan. Mulai dari Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), Enpiyanto Nasution, PNS Dinas Kesehatan dan Suhandi Winata. Kemudian, Nita Heriani dan Fadli Humala Harahap, rekanan dan direktur PT Cahaya Anak Bangsa.

"Semua sudah dilakukan penahanan," pungkas Wilmar.

(Ari)
Live Streaming
Logo
breaking news x