Alhamdulillah, Fahri Bocah Tulang Rapuh Kini Punya Toko Pakaian

Toko pakaian milik Fahri. (Foto: Oris Riswan/Okezone)

Toko pakaian milik Fahri. (Foto: Oris Riswan/Okezone)

BANDUNG - Berbagai bantuan terus mengalir untuk Muhammad Fahri (11), bocah pengidap osteogenesis imperfecta yang membuat tulang di tubuhnya rapuh dan mudah patah. Hari ini Fahri bahkan membuka toko pakaian di rumah kontrakan yang ditempatinya di kawasan Cipadung, Kecamatan Cibiru, Kota Bandung. 

Toko itu diresmikan dengan cara syukuran sederhana yang dihadiri warga sekitar. Syukuran tersebut sekaligus sebagai bentuk ucapan terima kasih dan doa untuk berbagai pihak yang selama ini banyak membantu Fahri. 

Toko pakaian ini merupakan donasi dari Dompet Dhuafa. Sementara rumah yang dijadikan toko sekaligus tempat tinggal biaya sewanya selama lima tahun sudah dibayar oleh Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi. Ia pun hadir langsung di lokasi dan meresmikan toko secara simbolis. 

Ibunda Fahri, Sri Astati Nursani (32), terlihat senang. Begitu juga dengan Fahri. Ia berharap toko pakaian tersebut membuat ekonomi keluarganya lebih baik. 

"Alhamdulillah, saya enggak menyangka dapat bantuan seperti ini. Apalagi uang sewa kontrakan juga dibayarkan Pak Dedi untuk lima tahun," kata Sani, Jumat (21/4/2017). 

Setelah memiliki toko pakaian, ia menyatakan bakal berhenti berjualan tisu keliling. Sani akan lebih banyak memanfaatkan waktunya di rumah. Sehingga di waktu bersamaan ia bisa berjualan dan mengurus dua anaknya. 

"Enggak akan jualan tisu lagi. Saya ingin lebih dekat sama Fahri, biar seharian full bisa jaga dia. Insya Allah kita kelola saja yang ada sekarang," ungkapnya. 

Sementara selain toko pakaian, Bupati Dedi Mulyadi juga akan menyewa lahan di dekat rumah kontrakan tersebut. Lahan kosong itu bakal dijadikan semacam warung agar keuangan keluarga Fahri bisa terus berputar. 

"Kalau pakaian kan belum tentu tiap hari mutar uangnya. Saya minta dibuatkan counter pulsa atau warung makanan, biar bisa tiap hari masuk uangnya. Lahan ini kan belum disewa, nanti disewa saja sekalian buat itu. Jadi nanti ada toko pakaian, di sampingnya ada counter pulsa atau warung makanan," jelas Dedi. 

Sebagaimana diketahui, Fahri mengidap osteogenesis imperfecta yang membuat tulang di tubuhnya rapuh dan mudah patah. Sejak usia 4 tahun hingga kini, sudah lebih dari 20 tulang di tubuhnya yang patah. 

Saking rapuhnya, batuk dan bersin bisa membuat tulang rusuknya patah. Bahkan saat tertimpa bantal yang ringan, tulangnya juga bisa patah. 

Setiap bulan, Fahri harus mendapat suntikan obat khusus agar tulang di tubuhnya lebih kuat. Biaya sekali suntik mencapai Rp15 juta. Tapi setelah mendapat subsidi, biaya yang dibayar adalah Rp3,8 juta. 

Selain itu, Fahri juga mengidap penyakit hernia. Operasi pertama untuk penyakitnya terssebut sudah dilalui. Ke depan, ia diharuskan menjalani dua hingga tiga kali operasi hernia lagi. 

Sementara untuk memenuhi kebutuhan hidup, sebelum memiliki toko pakaian, sang ibu mengandalkan pendapatan dari berjualan tisu dengan cara berkeliling di berbagai jalan. 

(han)
Live Streaming
Logo
breaking news x