Tunjangan Belum Dibayar, Tenaga Teknik Kampus UNP Demo Rektor

Foto: Rus Akbar/Okezone

Foto: Rus Akbar/Okezone

PADANG - Ratusan pegawai tenaga teknik kependidikan Universitas Negeri Padang (UNP), Sumatera Barat melakukan aksi di depan gedung Rektorat Kampus UNP. Mereka menuntut agar gaji tunjangan kinerja remunerasi sejak bulan Januari sampai April untuk dibayar.

“Sejak berubahnya satuan kerja ini, kita sekarang mengambil pola tunjangan kinerja yaitu pola remunerasi, namun sejak bulan Januari sampai Maret ini belum dibayarkan termasuk staf pengajar UNP,” ujar Epfi Jafa, Kasubag Umum FMIPA UNP, Jumat (21/4/2017).

Menurutnya, sebelum memakai pola remunerasi ini pihak rektor menyiapkan formula remunerasi dengan Keputusan Rektor yang bisa membayarkan tunjungan.

“Rektor lama sudah surati Kemristekdikti minta waktu selama enam bulan sampai Juni mohon dibayarkan tunjangan kinerja dalam waktu enam bulan atau sampai Juni, sambil menyiapkan segala aturan formula sehingga ada remunerasi yang berkeadilan dengan waktu enam bulan,” ujarnya.

Sebelum rektor yang baru ini, rektor lama ini menginginkan remunerasi itu sudah mulai pada Januari, namun karena aturan itu belum ada maka Januari dan Februari belum bisa terlaksana.

“Sebenarnya perguruan tinggi lainnya sudah mereka ajukan dan sudah menerima tunjungan kinerja remunerasi dari Januari tapi kita sampai bulan Maret ini belum juga,” ujarnya.

Total pegawai teknik UNP ada sekira 400 orang lebih. Ditaksir satu orang mendapat uang tunjangan kinerja sekira Rp2 juta per bulan di luar gaji pokok.

Rektor UNP Prof Ganefri Ph.D yang menggantikan rektor sebelumnya di depan umum menjelaskan saat ini sudah dibuat surat permohonan keuangan dan bagian kepegawaian sedang mengurus di Jakarta untuk menyampaikan usulan ini.

Rencanya untuk Maret ini dibayar pada April, begitu seterusnya. Kemudian untuk November dibayar pada 15 Desember dan bulan Desember akan dibayarkan pada 26 Desember.

“Sedangkan untuk Januari dan Februari hari ini masih proses di Jakarta, kita sudah usahakan kapan ini cair itu belum ada jawaban, yang jelas bagian kepegawaian sedang mengurusnya di Jakarta,” ujarnya.

Ia menambahkan tunjugan kerja remunerasi ini akan memicu peningkatan kinerja tenaga teknik. Meski jawaban rektor kurang memuaskan soal kepastian cairnya tunjangan, namun mereka menerima keputusan tersebut.

(sus)
Live Streaming
Logo
breaking news x