Kepala Sekolah Diminta Antisipasi Konvoi Siswa Pasca Kelulusan UN

Foto: Ilustrasi Okezone

Foto: Ilustrasi Okezone

MATARAM - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) meminta kepala sekolah SMA/SMK menyurati para orang tua siswa untuk mengantisipasi terjadinya aksi corat-coret dan konvoi saat pengumuman kelulusan 2 Mei 2017.

"Orang tua memiliki peran penting menghindari aksi corat-coret dan konvoi saat pengumuman kelulusan SMA/SMK," kata Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) Syukran di Mataram, Jumat (21/4/2017).

Syukran tidak menampik aksi corat-coret dan konvoi saat pengumuman kelulusan tingkat SMA/SMK selama ini tidak bisa dicegah, meskipun pemerintah daerah telah melakukan berbagai upaya.

Dengan menyurati orang tua siswa, katanya, minimal jumlah siswa yang melakukan aksi corat-coret dan konvoi itu bisa ditekan secara bertahap.

Selain itu, pihaknya juga menyarankan semua sekolah agar memberikan pengumuman kelulusan melalui website masing-masing guna menghindari anak-anak datang ke sekolah.

"Upaya lainnya adalah dengan peran sekolah datang ke rumah atau ke aparat lingkungan siswa untuk menitipkan surat kelulusan mereka," katanya.

Dia mengakui, kendati upaya-upaya tersebut dilaksanakan pihak sekolah, namun diyakini tidak akan mampu menghentikan aksi corat-coret dan konvoi secara menyeluruh.

"Aksi corat-coret dan konvoi kesannya menjadi budaya, karenanya untuk menghentikannya tidak bisa sekaligus tapi bertahap," katanya.

Namun demikian, pihaknya yakin, jika aksi corat-coret dan konvoi pada kelulusan tahun ini akan lebih sedikit dibandingkan tahun-tahun sebelumnya karena adanya beberapa kegiatan yang bertepatan pada tanggal 2 Mei.

"Tanggal 2 Mei ada upacara Hari Pendidikan dan dimulainya kegiatan ujian nasional untuk tingkat SMP/MTs. Kami yakin, anak-anak bisa paham kondisi itu dan urung melakukan aksi corat-coret dan konvoi," ujarnya.

Berdasarkan data Dikbud Provinsi NTB, jumlah peserta ujian nasional untuk tingkat SMA/SMK tahun ajaran 2016/2017 pada 10 kabupaten/kota se-NTB, sebanyak 50.500 siswa yang tersebar di 786 sekolah.

Dari 5.500 siswa tersebut sebagian besar mengikuti ujian nasional berbasis komputer (UNBK) dengan jumlah 30.200 siswa pada 260 sekolah.

Sedangkan pelaksanaan ujian nasional kertas pensil (UNKP) sebanyak 20.300 siswa pada 526 sekolah se-NTB, dengan sekolah peserta terbanyak adalah sekolah swasta.

(sus)
Live Streaming
Logo
breaking news x