Image

Militer Korsel Dituduh Buru Tentara Gay Setelah Video Seks Tersebar

Foto: AP

Foto: AP

SEOUL – Kelompok pengawas mengatakan, angkatan bersenjata Korea Selatan (Korsel) memburu dan menuntut para tentara gay setelah sebuah video dua prajurit pria sedang melakukan hubungan seks di-posting di internet awal tahun ini. Kabar ini menimbulkan kekhawatiran di kalangan minoritas homoseksual di Negeri Ginseng.

Kepala Pusat Hak Asasi Manusia untuk Korea, Lim Tae-hoon mengatakan, penyelidik militer yang melakukan investigasi disebut telah melakukan berbagai cara untuk memburu tentara homoseksual.

Mereka dilaporkan mengancam para tentara untuk menunjukkan teman-teman mereka yang gay, menyita telefon untuk memeriksa catatan komunikasi, bahkan menggunakan aplikasi kencan untuk menipu para tentara untuk mengungkap orientasi seksual mereka. 

“Penyelidik militer menggunakan informasi yang mereka dapatkan dari investigasi video seks untuk melacak tentara gay lainnya di angkatan bersenjata. Dimulai dengan memaksa tersangka mengidentifikasi dengan siapa mereka berhubungan seks dan memperluas pencarian dari sana,” kata Lim sebagaimana dilansir NBC News, Sabtu (22/4/2017).

Klaim itu dibantah oleh angkatan bersenjata Korsel yang mengatakan mereka melakukan penyelidikan kriminal dengan semestinya terhadap tentara yang terlibat kasus itu. Pengambilan film dan pengunggahan video seks tersebut merupakan pelanggaran hukum pidana komunikasi dan militer.

Di masyarakat Korsel yang konservatif kaum gay, lesbian, biseksual dan transgender distigmatisasi dan didiskriminasi secara politik. Stigmatisasi itu semakin terlihat di dalam militer di mana para pria yang mampu diwajibkan untuk bertugas selama dua tahun di kesatuan untuk menghadapai kemungkinan konflik dengan negara tetangga Korea Utara.

(dka)
Live Streaming
Logo
breaking news x