Perbaikan Jalan "Kubangan Kerbau" di Blora Telan Dana Rp5,5 Miliar

Jalan rusak di Gempol (Foto: Taufik Budi)

Jalan rusak di Gempol (Foto: Taufik Budi)

BLORA - Buruknya infrastuktur sejumlah ruas jalan di Blora, Jawa Tengah sangat dikeluhkan warga. Apalagi, pada musim hujan sekarang ini ruas jalan antara Bangkleyan-Gempol (Kecamatan Jati) menuju Desa Tlogotuwung (Kecamatan Randublatung) hingga Desa Getas, Kecamatan Kradenan, dipenuhi lumpur seperti kubangan kerbau.

Kepala Desa Gempol, Yuyus Waluyo, mengatakan, jalan hutan penghubung desa di wilayahnya rusak berat karena jalan masih berupa tanah dan belum pernah dibangun Perhutani. Untuk itu, dia sangat berharap pemerintah segera memperbaiki jalan tersebut karena menjadi akses utama bagi warga yang hendak berangkat kerja atau mencari kayu bakar di hutan.

“Kerusakannya memang parah, kondisinya berlumpur dan sulit dilewati. Hal itu karena jalan hutan tersebut sebelumnya belum pernah diperbaiki oleh Perhutani. Pada 2016 kemarin, Pak Bupati bersama beberapa kepala dinas datang ke Dukuh Bendokerep Desa Gempol, tepatnya di halaman SDN Selogender untuk melakukan diskusi pembangunan,” kata Yuyus, Jumat (21/4/2017).

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Blora, Samgautama Karnajaya, menyampaikan, pembangunan ruas jalan itu menelan biaya Rp5,5 miliar dari APBD 2017. Menurutnya, pembangunan jalan dibagi menjadi tiga paket yang saat ini semuanya masih dalam dalam proses lelang.

“Pemkab tahun ini memutuskan untuk memperbaikinya. Anggaran yang disediakan total Rp5,5 miliar dibagi menjadi tiga paket proyek perbaikan jalan, yakni perbaikan ruas Bangkleyan-Gempol sebanyak Rp2,75 miliar, lalu perbaikan ruas Gempol-Tlogotuwung sebanyak Rp1,75 miliar dan perbaikan ruas Tlogotuwung-Getas sebesar Rp1 miliar,” terang Samgautama.

Mantan Kepala Bappeda Blora itu menambahkan, perbaikan pada tahun ini difokuskan untuk pengerasan badan jalan terlebih dahulu, karena masih berupa tanah yang lemah. Dengan kondisi yang parah seperti itu jika langsung dirigid beton maka biayanya terlalu mahal karena volume kerusakannya sangat banyak.

“Tahun ini perbaikan subgrade, tanahnya supaya keras dulu. Beberapa titik juga dibangun drainasenya, karena kerusakan di ruas jalan Bangkleyan-Gempol hingga Getas disebabkan oleh jenis tanah yang labil atau lempung serta darinase jelek. Perbaikan akan dilanjutkan tahun 2018 sambil menunggu perubahan kondisi tanah,” ujar Samgautama.

(Ari)
Live Streaming
Logo
breaking news x