Image

BPOM Sita Makanan dan Obat Ilegal Senilai Rp735 Juta di Bandung

BPOM sita makanan dan obat ilegal di Bandung (Foto: Yugi Prasetyo)

BPOM sita makanan dan obat ilegal di Bandung (Foto: Yugi Prasetyo)

BANDUNG - Sekira 727 jenis obat dan makanan ilegal senilai Rp735 juta diamankan Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) di Bandung. Terdiri dari 321 obat, 215 kosmetik, 141 obat tradisional dan 50 jenis pangan ilegal.

Kepala BPOM, Penny K. Lukito mengungkapkan, pengungkapan tersebut hasil kerjasama dengan Polda Jabar dan Kejati Jawa Barat.

"Kita bersinergi dengan Polda dan Kejati dalam melakukan penyitaan beberapa barang ilegal tak berizin ini," ujar Penny di Kantor BPOM Bandung, Jalan Pasteur, Jumat 21 April 2017.

Ditambahkan Penny, pengungkapan hasil pengawasan dalam rentan waktu awal Januari – 14 April 2017. "Hasil pengungkapan barang ilegal itu setidaknya tersebar di beberapa daerah. Misalnya, obat tradisional ilegal banyak ditemukan di Kabupaten Sukabumi, Cianjur dan Karawang. Sementara produk kosmetik banyak ditemukan di Kota Bandung," ungkapnya.

Penny mengatakan, masyarakat agar berhati-hati dalam membeli produk kosmetik yang menawarkan hasil bagus tetapi harga murah. Kata Pennyt, hal tersebut sering terjadi di kota-kota besar seperti Kota Bandung.

“Lebih berhati-hati saja, apalagi di kawasan kota seperti Bandung,” terangnya.

Selama 2017, BBPOM telah mengungkap dan melakukan penyidikan terhadap tiga kasus pelanggaran terdiri dari dua kasus pelanggaran di bidang pangan dan satu kasus pelanggaran di bidang kesehatan.

"Kasus di bidang pangan seperti makanan kedaluarsa dikemas kembali sedangkan kasus di bidang kesehatan yaitu produksi dan mengedarkan sediaan farmasi berupa kosmetik tidak memiliki izin edar," tegasnya.

Wadir Kriminal Khusus Polda Jawa Barat AKBP Dicky Budiman mengungkapkan, mengamankan empat pelaku sepanjang 2017 terkait barang palsu dan ilegal tersebut.

"Kita amankan empat pelaku dengan barang bukti produk-produk ilegal tak berizin resmi," ujar Dicky.

Bahkan, di beberapa daerah polres-polres pun sudah bergerak dan mengamankan makanan berformalin seperti mi basah. "Di beberapa daerah sering ditemukan kasus mi berformalin dan sudah ditangani," tegasnya.

Dicky pun mengimbau kepada masyarakat untuk cepat tanggap melihat kondisi sekitar. "Bila menemukan kegiatan mencurigakan jangan ragu untuk melapor ke pihak kepolisian terdekat," imbau Dicky.

(Ari)
Live Streaming
Logo
breaking news x