Awal Mei, Presiden Trump Temui PM Australia Bahas Pengungsi

Presiden AS, Donald Trump dan Perdana Menteri Australia, Marcolm Turnbull. (Foto: Reuters)

Presiden AS, Donald Trump dan Perdana Menteri Australia, Marcolm Turnbull. (Foto: Reuters)

WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump diagendakan akan bertemu dengan Perdana Menteri (PM) Australia, Malcolm Turnbull di New York pekan depan. Dalam pertemuan yang diagendakan pada 4 Mei 2017 tersebut, kedua kepala negara akan secara khusus membahas isu pengungsi.

Reuters, Rabu (26/4/2017) mewartakan, pertemuan Trump dan Turnbull bertujuan untuk memperbaiki hubungan kedua negara. Pertemuan itu diketahui akan menjadi momen tatap muka pertama antara pemimpin tertinggi Negeri Paman Sam dan Negeri Kanguru.

Kedatangan Turnbull di New York juga diketahui guna menghadiriperingatan ke-75 berakhirnya Perang Dunia (PD) II, “Battle of the Coral Sea”. Turnbull menyatakan, dia akan menggunakan kesempatan ini untuk menegaskan kembali hubungan dan aliansi AS-Australia setelah sempat tegang. Presiden Trump sebelumnya terlibat komunikasi 'panas' dengan PM Turnbull melalui sambungan telefon ketika baru menjabat.

Sebagaimana diketahui, Australia adalah salah satu sekutu setia dari Washington. Pasukan dari kedua negara telah bertempur bersama dalam beberapa konflik besar dan yang terakhir adalah konflik yang terjadi di Irak dan Afghanistan.

Sebelumnya, pada 2016 Mantan Presiden Obama membuat perjanjian terkait pengungsi dengan Australia. Ia berjanji untuk memukimkan kembali 1.250 pencari suaka yang berada di kamp pengolahan lepas pantai di kepulauan Pasifik Selatan di Papua Nugini (PNG) dan Nauru. Sementara itu, sebagai gantinya, Australia akan memindahkan pengungsi dari El Salvador, Guatemala dan Honduras.

Namun, Presiden Trump kurang setuju dan menganggap kebijakan Obama itu tidak efektif. Australia sendiri baru-baru ini menagih janji kebijakan Obama tersebut, ketika Wakil Presiden AS, Mike Pence berkunjung ke Australia pada Sabtu 22 April 2017.

Menanggapi hal tersebut, Pence menyatakan, siap menghormati kesepakatan terkait pengungsi dengan Australia. Namun, ia menegaskan kesepakatan tersebut tetap akan diperiksa dan ditinjau ulang. (rav)

(rfa)
Live Streaming
Logo
breaking news x