Sisa 5 Bulan Menjabat, Ahok Diminta Tak Lakukan Penggusuran

Pengamat tata kota Marco Kusuma Wijaya, kemeja merah dengan pengamat transportasi Azas Tigor dalam diskusi Redbons (Foto: Heru Haryono)

Pengamat tata kota Marco Kusuma Wijaya, kemeja merah dengan pengamat transportasi Azas Tigor dalam diskusi Redbons (Foto: Heru Haryono)

JAKARTA - Masa jabatan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) tinggal menghitung bulan. Pasalnya, pada Oktober 2017 posisinya akan digantikan Gubernur DKI terpilih periode 2017-2022.

Dengan sisa jabatan lima bulan itu, pengamat tata kota, Marco Kusumawijaya mengingatkan Ahok untuk tidak melakukan kebijakan penggusuran di wilayah Ibu Kota. Hal itu sebagai salah satu wujud etika politik dalam negara demokrasi.

"Agar tidak melakukan sesuatu yang spesifik seperti penggusuran," ujar Marco dalam diskusi Redaksi Kebon Sirih (Redbons) dengan tema 'Menata Jakarta Baru' di Gedung iNews, Jakarta Pusat, Selasa (2/5/2017).

Etika politik yang dimaksud, kata Marco, dengan sisa masa jabatannya itu Ahok harus menghormati janji Anies kepada masyarakat untuk melakukan penataan kota bukan dengan cara menggusur.

"Karena akan mengancam secara etik politik. Mengingat Anies (Anies Rasyid Baswedan) terpilih karena janji untuk tidak melakukan penggusuran," ucap Marco.

Marco menambahkan, apabila mantan Bupati Belitung Timur itu tetap melaksanakan penggusuruan, maka akan mempersulit Anies ketika meneruskan kursi pimpinan Ibu Kota. "Kita harus hargai janji politik dan tidak melakukan yang bertentangan," tutup Marco.

(Ari)
Live Streaming
Logo
breaking news x