Begini Bentuk Acara Penetapan Pemenang Pilkada oleh KPU DKI

Komisioner KPU DKI Jakarta Dahliah Umar (Okezone)

Komisioner KPU DKI Jakarta Dahliah Umar (Okezone)

JAKARTA – Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) DKI Jakarta, Dahliah Umar, mengatakan bentuk acara penetapan gubernur dan wakil gubernur DKI terpilih periode 2017-2022 sangat sederhana dan tidak memakan waktu lama.

Penetapan pasangan calon terpilih sedianya akan dilakukan pada Jumat 5 Mei 2017 di kantor KPU DKI, jika tak ada gugatan dari pasangan calon ke Mahkamah Konstitusi (MK).

"Penetapannya itu paling 5 menit ya. Kita menjelaskan hasil rekapitulasi, kemudian langsung menetapkan suara terbanyak ‎sebagai calon terpilih, setelah tidak ada permohonan dari MK," kata Dahliah saat berbincang dengan Okezone, Rabu (3/5/2017).

‎Ia menambahkan, hingga saat ini pihaknya masih menunggu kabar dari MK ataupun paslon nomor urut dua, apakah akan mengajukan gugatan sengketa atau tidak. Sebab, bila ada gugatan, KPU DKI tak akan menyelenggarakan penetapan hari Jumat nanti.

‎"Kita kan masih menunggu permohonan dari paslon (dua) yang (bila) ingin mengajukan ke MK sampai besok. Kalau besok tidak ada, kita tetapkan hari Jumat. Kalau ternyata ada permohonan di MK, kita tidak akan menetapkan hari Jumat," pungkas Dahliah.

Sekadar diketahui, dalam rapat pleno terbuka rekapitulasi hasil penghitungan suara Pilkada DKI 2017, paslon nomor urut tiga Anies Baswedan-Sandiaga Uno mengungguli paslon nomor urut dua Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)-Djarot Saiful Hidayat.‎ Pasangan Anies-Sandi total memperoleh 57,96 persen suara atau 3.240.987 suara. Sementara pasangan Ahok-Djarot total mendapat 42,04 persen suara atau 2.350.366 suara.

(erh)
Live Streaming
Logo
breaking news x