Image

Pilkada DKI 2017, Data Pemilih Jadi Dugaan Pelanggaran Terbanyak

Ilustrasi

Ilustrasi

JAKARTA - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) DKI menyatakan ada sebanyak 308 bentuk laporan dan temuan terkait dugaan pelanggaran saat masa pemilihan kepala daerah (Pilkada) Jakarta.

Komisioner Bawaslu DKI Muhammad Jufri memaparkan dari laporan dan temuan di lapangan, data pemilih menjadi urutan nomor satu jenis dugaan pelanggaran paling banyak ditangani oleh Bawaslu.

"Selama putaran pertama dan kedua, Bawaslu menangani 79 dugaan pelanggaran data pemilih," kata Jufri di Kantor Bawaslu DKI, Sunter, Jakarta Utara, Rabu (3/5/2017).

Dugaan pelanggaran kedua yang paling banyak adalah, tindakan politik uang sebanyak 68 kasus. Lalu menyusul ada 40 kasus untuk pelanggaran pemberitahuan kampanye. Kemudian, 37 kasus untuk dugaan pelanggaran kampanye hitam. Selanjutnya, masing-masing 15 kasus untuk penggunaan fasilitas negara dan kampanye di tempat ibadah.

Sebanyak 14 kasus dugaan pelanggaran kampanye di luar jadwal. Sedangkan, penolakan kampanye dan pelibatan anak-anak pada kampanye sebanyak 12 kasus.

Untuk dugaan pelanggaran iklan kampanye dan kode etik ada 5 kasus. Lalu, 4 kasus untuk dugaan pelanggaran netralitas Aparat Sipil Negara dan terakhir 2 kasus terkait dugaan pengrusakan alat peraga kampanye.

(aky)
Live Streaming
Logo
breaking news x