Berbicara Lewat Telefon, Presiden Korsel dan Presiden AS Sepakat Jalin Kerjasama Erat Terkait Korut

Presiden terpilih Korsel dari Partai Demokrat Liberal, Moon Jae-in dan Presiden AS, Donald Trump. (Foto: Yonhap)

Presiden terpilih Korsel dari Partai Demokrat Liberal, Moon Jae-in dan Presiden AS, Donald Trump. (Foto: Yonhap)

SEOUL - Presiden terpilih Korea Selatan (Korsel), Moon Jae-in dalam sambungan telefonnya bersama Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump bersumpah akan mempererat kerjasama dengan Negeri Paman Sam untuk menangani ancaman nuklir Korea Utara (Korut). Berdasarkan keterangan dari Gedung Biru, dalam sambungan telefon pertama antara Trump dan Moon tersebut kedua pemimpin negara juga sepakat untuk segera berjumpa.

Sebagaimana dinukil Yonhap, Kamis (11/5/2017), Trump dan Moon berbicara sekira selama 30 menit dimulai pada 22.30 malam waktu Seoul.

"Aliansi Korsel dan AS adalah hal yang paling penting mengingat ketikdakpastian situasi di Semenanjung Korea," ujar Moon pada Trump.

Moon menambahkan, aliansi Korsel-AS merupakan kunci keamanan dari Negeri Ginseng. Sementara itu, Presiden Trump memberi sinyal menghormati apapun kebijakan yang nantinya akan diambil oleh Presiden ke-19 Korsel tersebut tehadap musuh bebuyutannya, Korut.

Menutup pembicaraan, Moon kembali menyampaikan harapannya untuk bisa mengunjungi Washington guna berbicara melalui hati ke hati dengan pemimpin Negeri Paman Sam itu. Sebagaimana diketahui, Presiden Moon Jae-in cenderung mengutamakan pendekatan dialog untuk mengakhiri konflik dengan Korut dan mendorong denuklirisasi. Pria berusia 64 tahun itu bahkan mengaku bersedia mengunjungi Pyongyang untuk mencapai misinya ini. (rav)

(rfa)
Live Streaming
Logo
breaking news x