Image

Pilpres Iran 2017, Mantan Presiden Dukung Petahana

Mantan Presiden Iran periode 1997-2005, Mohammad Khatami (Foto: Mick Tsikas/Reuters)

Mantan Presiden Iran periode 1997-2005, Mohammad Khatami (Foto: Mick Tsikas/Reuters)

TEHERAN – Presiden petahana Iran, Hassan Rouhani, mendapat dukungan baru dari mantan Presiden Mohammad Khatami. Pria yang dianggap sebagai pemimpin spiritual kaum reformasi Iran itu meminta masyarakat mendukung Rouhani serta kebijakannya untuk mengakhiri isolasi Iran dari dunia luar.

Meski dipandang sebagai pemimpin spiritual, nama atau wajah Khatami dilarang untuk ditampilkan ke media-media Iran. Namun, hal tersebut tidak menghalangi Khatami untuk menyuarakan dukungannya. Ia memanfaatkan media sosial untuk mendukung Rouhani atau kandidat pro-reformasi lainnya.

“Kita sudah merintis jalan bersama Rouhani dan sudah mencapai setengahnya. Kita sudah menyelesaikan sejumlah masalah dan masalah lebih besar tetap ada untuk kita selesaikan dengan jalan yang sulit ini,” ucap Khatami dalam sebuah video, mengutip dari Reuters, Senin (15/5/2017).

“Sekarang giliran Anda untuk memperbarui suara bagi rekan kita Rouhani dalam rangka menguatkan harapan untuk masa depan yang lebih baik,” sambung Presiden Iran periode 1997-2005 itu.

Rouhani sedang berjuang untuk periode kedua masa pemerintahannya. Pria berusia 68 tahun itu terpilih sebagai Presiden Iran pada 2013 lewat kemenangan telak. Saat itu, ia berjanji untuk meringankan isolasi dunia luar terhadap Republik Islam Iran.

Di periode pertama masa pemerintahannya, Rouhani mencatat prestasi besar berupa Kesepakatan Nuklir pada Juli 2015. Meski Teheran harus mengurangi program nuklir, negara-negara Barat berjanji untuk mengurangi sanksi, terutama sanksi ekonomi yang dijatuhkan kepada Iran.

Hassan Rouhani harus menyisihkan lima orang kandidat lainnya yang sebagian besar berasal dari kalangan garis keras pada pemilihan presiden (pilpres) 19 Mei 2017. Jika perolehan pemenang pilpres tidak mencapai lebih dari 50% suara, maka putaran kedua akan diselenggarakan sepekan kemudian.

(war)
Live Streaming
Logo
breaking news x