facebook pixel

TOP AUTOS: Tren Seni Lukis pada Bodi Mobil

Mobil sebagai objek seni (Okezone)

Mobil sebagai objek seni (Okezone)

YOGYAKARTA - Mobil bukan hanya sebagai alat transportasi, tapi juga bisa dijadikan sebagai objek seni. Hal ini yang dilakukan oleh pengusaha, Agung Tobing, yang rela mobil mewah koleksinya menjadi kanvas untuk media lukis. Salah satu yang ia korbankan adalah BMW 760 Li keluaran 2006.

Budi Ubrux perupa asal Yogyakarta membuat lukisan di bodi mobil berupa tulisan koran. Tampilannya seperti potongan surat kabar dan tulisan aksara Jawa dengan warna kuning kehitaman. Mobil yang semula berwarna hitam pun berubah seperti koran bekas tertempel di bodi.

"Seperti potongan koran yang nempel di mobil, saya suka itu. Saya sengaja menyerahkan salah satu mobil untuk dilukis, hasilnya sangat bagus," kata Agung, kemarin.

Ia mengoleksi puluhan mobil mewah dan tidak berniat menjual mobil-mobilnya. Apalagi, ada 38 mobil dari berbagai merek dan model yang dilukis seniman. Bahkan, ada delapan unit yang pernah dipamerkan selama beberapa bulan di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta.

"Koleksi saya boleh dipinjam, tapi tidak saya jual. Kalau dijual bisa lebih mahal dari harga mobil baru saat membeli dulu," ungkapnya.

Mobil milik Agung tersebut merupakan satu dari sekian banyak kendaraan lukisan yang dipajang di Kompleks Candi Prambanan. Tak sekadar diparkir dan menjadi pemanja mata, tapi mobil-mobil unik tersebut juga menjadi objek foto.

Umumnya, mobil-mobil yang digunakan sebagai objek lukis sudah berusia lama. Sehingga tidak terlalu merugikan pemiliknya.

Selain karena faktor hobi, menjadikan mobil sebagai karya seni lukis juga untuk alasan investasi. Pasalnya, mobil-mobil lukisan itu punya nilai yang tinggi.

Suwarno, kurator sekaligus dosen Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta, menegaskan harga mobil yang sudah menjadi karya seni bisa melambung. Apalagi, jika sang pelukis sudah memiliki nama besar di kalangan para seniman.

"Pembeli tidak lagi membeli sebuah mesin, namun sebuah mahakarya seni yang nilainya tidak ada batasnya," timpal Suwarno.

Candi Prambanan sendiri dipilih karena memiliki nilai seni tinggi. Tak hanya dari sisi susunan batu bertingkat setinggi 38 meter dari tanah, tapi ada juga nilai-nilai yang terkandung dalam setiap goresan relief candi. (san)

(ton)
TAG : TOP
​