Image

Muluskan Jalan Petahana, Wakil Presiden Iran Menarik Diri dari Pilpres

Wakil Presiden Iran Eshaq Jahangiri (ki) bersama Presiden Hassan Rouhani. (Foto: EPA)

Wakil Presiden Iran Eshaq Jahangiri (ki) bersama Presiden Hassan Rouhani. (Foto: EPA)

TEHERAN – Wakil Presiden Iran Eshaq Jahangiri menyatakan menarik diri dari pemilihan presiden (pilpres) Iran untuk memuluskan jalan bagi atasannya, presiden petahana Hassan Rouhani. Pengunduran diri Jahangiri telah diperkirakan sebelumnya, karena keikutsertaannya dalam pilpres Iran hanya untuk mendukung Rouhani.

Pada Senin, 15 Mei, kandidat garis keras, Mohammad-Baqer Ghalibaf juga menyatakan mundur dari pencalonannya. Wali Kota Teheran itu meminta para pendukungnya untuk memberikan suara mereka kepada kandidat garis keras lainnya, ulama konservatif Ebrahim Raisi.

Jahangiri mengumumkan keputusannya melalui sebuah pidato di depan ribuan orang di Kota Shiraz. Dalam pidatonya Jahangiri mengatakan alasannya untuk mencalonkan diri adalah untuk membuat suara para pendukung reformasi didengar.

“Saya telah menyelesaikan tugas bersejarah saya dan bersama Anda, saya akan memilih Rouhani untuk membantu melanjutkan jalan untuk memajukan negeri ini. Saya memilih Rouhani karena dia adalah orang yang tepat untuk masa-masa yang sulit,” demikian disampaikan Jahangiri dalam pidato yang dikutip BBC, Rabu (17/5/2017).

Dengan mundurnya Jahangiri dan Ghalibaf, kini hanya empat kandidat presiden Iran yang tersisa, yaitu tokoh reformasi Hassan Rouhani, ulama garis keras Ebrahim Raisi, tokoh ultra konservatif Mostafa Mirsalim dan mantan Menteri Industri dan Pertambangan Mostafa Hashemitaba. Dari empat kandidat tersebut, Rouhani dan Raisi dipandang sebagai dua kandidat terkuat.

Jika tidak satu pun dari empat kandidat yang tersisa menang lebih dari 50 persen perolehan suara pada pemungutan suara putaran pertama pada 19 Mei, maka pemungutan suara putaran kedua akan diadakan pada tanggal 26 Mei.

(dka)
Live Streaming
Logo
breaking news x