PP Pemuda Muhammadiyah: Mau NKRI Terjaga, Stop Provokasi Politik!

Ketua PP Pemuda Muhammadiyah, Dahnil Anzar (Foto: Heru/Okezone)

Ketua PP Pemuda Muhammadiyah, Dahnil Anzar (Foto: Heru/Okezone)

JAKARTA - Ketua Umum Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah Dahnil Anzar Simanjuntak meminta dengan sangat agar para elit politik berhenti melakukan aksi yang memecah belah bangsa dan Tanah Air. Pernyataan tersebut disampaikannya kepada Okezone, Rabu (17/5/2017) ketika menanggapi imbauan Presiden Joko Widodo kepada para tokoh lintas agama di Istana Negara kemarin.

Menurut dia, Presiden Jokowi seharusnya juga menjalin komunikasi politik yang intensif dengan para oknum elite politik. Dengan harapan, agar ke depannya mereka tak lagi membuat kebisingan dan kegaduhan politik yang tidak perlu.

Sebab kalau bicara soal komitmen menjaga NKRI, Dahnil yakin betul bahwa kelompok beragama sejak awal sudah memegang teguh prinsip nasionalis tersebut. Tinggal bagaimana presiden juga bisa mengendalikan elite politik yang suka berpropaganda memecah belah masyarakat.

“Komitmen kami ke NKRI sudah final, masalah utamanya adalah hal-hal yang di luar kendali. Seperti upaya stigmatisasi politik. Itu yang merusak,” tukasnya.

Kekhawatiran lain yang dirasakan Dahnil ialah munculnya fenomena dual polarisasi sekarang ini. Situasi di mana masyarakat menjadi terbelah dua. Ada kubu yang merasa dirinya penyelamat NKRI dan menganggap kubu yang tak sependapat sebagai kelompok yang mematikan keutuhan bangsa.

“Membuat dual-polarisasi ini berbahaya. Seolah-olah semangat kegaduhan ini akan dipelihara sampai 2019. Ini harus segera dihentikan,” tandasnya.

Kondisi negara yang tengah panas sehingga presiden mengeluarkan seruan untuk menjaga NKRI, dipandang Dahnil karena adanya upaya stigmatisasi politik yang merusak. Biang keroknya, dia pastikan berasal dari kelompok politik, bukan kelompok beragama.

“Oleh karena itu, kami imbau, elite politik stop melakukan provokasi politik dan menggencarkan upaya-upaya memecah belah masyarakat,” pangkasnya.

(kha)
Live Streaming
Logo
breaking news x