Tim Sinkronisasi Harus Bisa Bantu Anies-Sandi Penuhi Janji

JAKARTA - Tim sinkronisasi di bawah kepimpinan Sudirman Said harus betul-betul bisa membantu Anies-Sandi memenuhi janji-janjinya selama berkampanye. Salah satu janji yang penting, menurut Wakil Ketua Komisi I DPR RI itu adalah menghapus program pembangunan proyek reklamasi di Teluk Jakarta.

"Yang jelas satu hal yang kita titipkan bahwa janji reklamasi untuk ditolak harus dibuktikan dan betul dijalankan tanpa kompromi," tegas Wakil Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Hanafi Rais, Selasa (17/5/2017).

Sebelumnya, Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta terpilih, Anies Baswedan dan Sandiaga Uno mengumumkan personel tim sinkronisasi yang mereka bentuk. Tim ini akan bertugas menerjemahkan janji kerja Anies-Sandiaga dalam bentuk program kerja untuk dijalankan selama satu periode yang dipimpin mantan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sudirman Said.

Selain Sudirman Said, mereka yang masuk dalam tim ini yakni Eko Prasojo, Fadjar Pandjaitan, Rikrik Rizkiyana, Edriana Noerdin, Marco Kusumawijaya, Mohammad Hanief Arie Setianto, dan Untoro Hariadi.

Eko Prasojo diketahui sebagai guru besar Universitas Indonesia dan mantan wakil menteri pendayagunaan aparatur negara dan reformasi birokrasi (Menpan-RB). Lalu Fadjar Pandjaitan, mantan sekretaris daerah Provinsi DKI Jakarta, mantan wali kota Jakarta Barat, serta mantan asisten sekda DKI Jakarta bidang Pemerintahan.

Edriana Noerdin, seorang perempuan yang berpengalaman dalam bidang kesejahteraan perempuan dan anak. Saat ini Edriana juga terlibat dalam perumusan indikator capaian SDGs yang dimotori oleh Bappenas dengan support dari sekretariat SDGs untuk kesehatan dan kesejahteraan perempuan.

Lalu Rikrik Rizkiyana, seorang advokat dan social enterprener. Rikrik adalah pengurus DPP Peradi yang akan bekerja di aspek hukum formil sehingga mengatur program yang akan dijalankan tidak ada hambatan dari sisi hukum.

Selanjutnya Marco Kusumawijaya. Dia seorang arsitek, peneliti dan perencana perkotaan. Marco akan bekerja di bidang perencanaan tata kota dan lingkungan.

Muhammad Hanif Arif Setianto seorang akuntan yang pernah bertugas melaksanakan pemantauan sebagai deputi monitoring untuk memastikan tercapainya prioritas pembangunan nasional pada unit kerja presiden bidang pengawasan dan pengendalian pembangunan tahun 2010 2014.

Dan terakhir Untoro Hariadi, seorang peneliti dan pengajar di Universitas Janabadra Yogyakarta. Dalam tim sinkronisasi, ia juga menjabat sebagai sekretaris tim.

(aky)
Live Streaming
Logo
breaking news x